• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pendaratan Kabel Laut di B...

Pendaratan Kabel Laut di Batam Tandai Penguatan Konektivitas Digital Indonesia ke Asia

Sabtu, 12 Sep 2026, 00:25 WIB

BATAM — Pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, menandai salah satu tahapan penting pembangunan CANDLE Cable System, sistem komunikasi kabel laut (SKKL) sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang dirancang untuk menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang.

Proyek yang dikembangkan oleh PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) melalui XLSmart for Business tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Infrastruktur ini disiapkan untuk menambah kapasitas dan pilihan konektivitas internasional Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap pertukaran data dan layanan digital.

Ket. Foto: Pembangunan CANDLE telah dimulai sejak Desember 2024 dan kini memasuki salah satu tahapan penting dengan pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, pada Jumat (11/9/2026). Seremoni ini menandai pembangunan kabel laut CANDLE sepanjang 8.000 km yang menghubungkan Indonesia dengan sejumlah negara di Asia. — Sumber: XLSmart

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, mengatakan bahwa pembangunan CANDLE merupakan investasi untuk menganticipasi kebutuhan konektivitas dalam jangka panjang.

“CANDLE merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global,” ujar Andrijanto dalam keterangannya pada Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi dunia usaha Indonesia agar dapat terhubung dengan ekosistem digital regional.

Pendaratan di Tanjung Bemban

Pembangunan CANDLE telah dimulai sejak Desember 2024 dan kini memasuki salah satu tahapan penting dengan pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban pada Jumat (11/9/2026).

CANDLE dikembangkan melalui kolaborasi XLSmart bersama Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Japan. Sementara itu, NEC berperan sebagai mitra teknologi dalam pembangunan sistem kabel laut tersebut.

Dengan panjang sekitar 8.000 kilometer, sistem ini akan membentuk jalur konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan sejumlah pusat ekonomi dan digital di Asia. Kehadiran jalur tersebut sekaligus menambah alternatif konektivitas internasional bagi Indonesia.

Pemilihan Tanjung Bemban sebagai salah satu titik pendaratan berkaitan dengan potensi Batam sebagai salah satu kawasan yang berkembang dalam ekosistem digital dan pusat data. Batam juga berada pada posisi strategis di wilayah barat Indonesia serta menjadi lokasi bagi sejumlah perusahaan telekomunikasi dan hyperscaler.

Hubungkan Pusat Data dan Jaringan Regional

CANDLE nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur komunikasi antarnegara, melainkan juga menghubungkan pusat data di Batam dengan jaringan di negara-negara yang berada di sepanjang rute kabel.

Konektivitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perusahaan terhadap layanan berkapasitas tinggi dengan tingkat keandalan dan skalabilitas yang memadai. Kebutuhan itu semakin penting seiring berkembangnya komputasi awan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta berbagai layanan digital yang membutuhkan pertukaran data dalam jumlah besar.

“Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital,” kata Andrijanto.

Peningkatan kapasitas jaringan internasional menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan ekonomi digital. Infrastruktur kabel laut berperan membawa sebagian besar lalu lintas komunikasi data lintas negara, sehingga keberadaan jalur baru dapat memberikan tambahan kapasitas sekaligus memperluas pilihan rute konektivitas.

Berpotensi Memperkuat Posisi Batam

Bagi Batam, keberadaan salah satu landing point CANDLE berpotensi memperkuat perannya dalam ekosistem digital regional. Ketersambungan langsung dengan jaringan di sejumlah negara Asia dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pengembangan pusat data maupun bisnis yang bergantung pada konektivitas berkapasitas besar.

Dalam pelaksanaannya, XLSmart menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Perusahaan juga menyebut proses perizinan masih berjalan untuk memastikan pembangunan proyek memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Andrijanto mengatakan bahwa pembangunan CANDLE diharapkan memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar penambahan jalur jaringan.

“CANDLE bukan hanya tentang membangun jalur konektivitas baru, melainkan membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia ke ekosistem digital regional. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, mendukung pertumbuhan ekosistem digital, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital Asia,” ujarnya.

Jika sesuai target, CANDLE akan mulai beroperasi pada 2028 dan menjadi bagian dari infrastruktur konektivitas internasional yang menopang kebutuhan pertukaran data antara Indonesia dan kawasan Asia.

  • Batam
  • Pusat Data
  • Kabel Bawah Laut
  • Kabel Laut
  • Data Center
  • Konektivitas Digital
  • cloud computing
  • Artificial Intelligence
  • infrastruktur digital
  • Jaringan Telekomunikasi
  • ekonomi digital
  • XLSmart for Business
  • teknologi digital
  • kecerdasan buatan
  • XLSMART
  • CANDLE Cable System
  • Konektivitas Internasional
  • Tanjung Bemban
  • Konektivitas Asia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.