Bupati Demak Ingatkan Warga Waspadai Tawaran Investasi Digital

Jumat, 02 Okt 2026, 01:30 WIB

Demak - Bupati Demak, Provinsi Jawa Tengah, Eisti'anah mengimbau warga kabupaten setempat cermat dan waspada dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, termasuk saat menerima tawaran investasi, guna menghindari risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital.

"Di era serba digital seperti sekarang ini, akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah dan luas. Namun, harus waspada dan berhati-hati dengan berbagai tawaran mulai dari pinjaman online, pembelian barang secara digital, hingga berbagai tawaran investasi yang bisa diakses hanya lewat gawai," ujarnya saat Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan kepada Masyarakat di Pendopo Satya Bhakti Praja Demak, Kamis (1/10).

Ket. Foto: Bupati Demak Eisti'anah saat membuka Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan kepada Masyarakat di Pendopo Satya Bhakti Praja Demak, Jawa Tengah, Kamis (1/10). — Sumber: Antara

Kegiatan tersebut digelar Bagian Perekonomian Setda Demak bekerja sama dengan BPD Demak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pegadaian.

Menurut Eisti'anah, semakin mudah masyarakat memperoleh akses keuangan, semakin besar pula potensi penyalahgunaan layanan tersebut apabila tidak dibarengi pengetahuan yang memadai.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali produk dan layanan keuangan yang aman serta legal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

"Masyarakat harus cerdas memilih, bijak menggunakan, dan bertanggung jawab dalam mengelola," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan finansial secara impulsif hanya karena tergiur kemudahan transaksi digital maupun tawaran keuntungan yang besar.

Menurut dia perkembangan teknologi membuat berbagai aktivitas keuangan yang sebelumnya membutuhkan proses panjang kini dapat dilakukan dengan cepat melalui telepon seluler.

Kondisi tersebut, kata dia, juga perlu diikuti kewaspadaan terhadap berbagai iklan atau tawaran yang muncul melalui perangkat digital, termasuk yang menawarkan investasi dengan keuntungan tidak wajar.

Selain berhati-hati terhadap tawaran investasi, masyarakat juga diminta menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Demak Azizul Miftah mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

"Terlebih di era digital saat ini, masyarakat juga menghadapi berbagai risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital. Oleh karena itu, edukasi literasi perlu terus dilakukan sekaligus diikuti dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal," ujarnya.

Sebanyak 40 peserta difasilitasi untuk membuka rekening Bank Jateng, sementara 40 peserta lainnya mendapatkan fasilitasi pembukaan Tabungan Emas Pegadaian, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat langsung mengenal dan mengakses produk layanan keuangan formal.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.