- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Prediksi Perang Iran...
Trump Prediksi Perang Iran Berakhir Usai Pemilu
Jumat, 11 Sep 2026, 01:00 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu (9/9), mengatakan Washington tidak sedang mengupayakan perundingan dengan Teheran, meskipun kemungkinan untuk melakukan perundingan tetap terbuka.
âKami tidak mendorong (perundingan dengan Iran). Ya, perundingan mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami upayakan,â kata Trump kepada wartawan.
Dikutip dari Antara, Trump juga memperkirakan konflik antara AS dan Iran akan segera berakhir setelah pemilihan umum sela Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada November.
âOh, saya pikir perang ini akan segera berakhir setelah pemilu (sela) karena mereka sudah tidak mampu bertahan lebih lama lagi,â kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Dallas, Texas.
Pemilu sela Kongres AS akan digelar pada November. Menurut para analis, Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada Partai Demokrat.
Para pakar mengaitkan potensi hilangnya mayoritas Partai Republik di Kongres dengan menurunnya tingkat persetujuan terhadap pemerintahan Trump di tengah kampanye militer terhadap Iran, serta kenaikan harga di dalam negeri.
Trump sebelumnya telah mengakui kemungkinan Partai Republik kehilangan kendali atas DPR dan memperkirakan Partai Demokrat akan berupaya memakzulkan dirinya.
Dalam kesempatan lain, Trump mengatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pernah memintanya menunda serangan terhadap Iran, tetapi ia menolak permintaan tersebut.
âScott, yang merupakan orang hebat di bidang keuangan, berkata, âPak, apakah ada waktu lain kita bisa melakukannya, mungkin nanti, Pak? Menurut Anda, apakah kita bisa menunda sedikit hal ini, Pak?ââ Trump mengutip permintaan Bessent saat berbicara dalam Konvensi Nasional Partai Republik.
Trump mengatakan penundaan serangan tersebut tidak mungkin dilakukan karena menurutnya Iran dapat memperoleh senjata nuklir dalam waktu singkat.
âSaya mengatakan tidak, karena jika kita tidak menyerang mereka sekarang, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu satu bulan,â kata Trump, tanpa menjelaskan secara spesifik serangan terhadap Iran yang dimaksud.
Kendali Kongres
Konflik antara AS dan Iran bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di pihak lawan.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, permusuhan kembali terjadi dan konflik hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.
Permusuhan kembali berlangsung secara sporadis meskipun sebelumnya telah ada upaya untuk menghentikan bentrokan. Di tengah situasi tersebut, Washington memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan tekanan finansial tambahan bagi Teheran.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi
-
Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik
-
Harga Minyak Mentah Tembus $91 Usai Trump Keluarkan Peringatan Baru ke Iran
-
Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di Jadetabek, Hanya untuk Bayar PKB Tahunan!
-
Sawah 18,6 Hektare di NTB Kering, PU Salurkan 25.000 Liter Air Irigasi Agar Tak Gagal Panen
-
The Batman: Part II: Stunt Double Scarlett Johansson Terlihat dalam Batmobile
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.