Jelang Persija vs Persib, Pramono Anung Pimpin Apel Jaga Jakarta Bersama The Jakmania

Jumat, 11 Sep 2026, 21:10 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta bersama The Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut digelar sehari sebelum laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Sabtu (12/9).

Dalam apel tersebut, Pramono mengajak The Jakmania dan seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian pertandingan berlangsung. Ia juga meminta semua pihak memperhatikan kebersihan dan menjaga suasana tetap kondusif agar pertandingan dapat dinikmati bersama.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta bersama The Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut digelar sehari sebelum laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Sabtu (12/9). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pramono mengatakan laga Persija dan Persib yang akan berlangsung di Jakarta menjadi momen yang sudah lama dinantikan. Pasalnya, pertandingan kedua tim tersebut kembali digelar di Jakarta, khususnya di SUGBK, setelah lebih dari tujuh tahun.

"Kita sudah lama menantikan pertandingan Persija dan Persib yang lebih dari tujuh tahun tidak berlangsung di Jakarta, khususnya di GBK. Saya meminta The Jakmania agar pertandingan besok berlangsung sportif, aman, nyaman, dan bisa dinikmati bersama," tuturnya.

Menurut Pramono, The Jakmania memiliki posisi penting sebagai pemain ke-12 Persija Jakarta karena memberikan dukungan langsung kepada tim. Namun, ia menilai semangat mendukung klub harus tetap dibarengi dengan kedewasaan, sportivitas, dan rasa kebersamaan.

"Sebagai Gubernur Jakarta, tentu saya berharap The Jakmania menang. Tetapi, apa pun hasilnya, kita harus bisa menerima dengan baik," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rivalitas antara Persija dan Persib hanya berlaku selama pertandingan sepak bola. Setelah pertandingan berakhir, kedua kelompok suporter diharapkan tetap menjaga hubungan baik dan tidak membawa persaingan ke luar lapangan.

"Rivalitas Persija dan Persib adalah rivalitas sepak bola. Setelah pertandingan selesai, kita tetap menjadi saudara dan sahabat," tegasnya.

Pramono turut meminta The Jakmania menjaga perilaku, termasuk ketika menggunakan media sosial. Ia mengingatkan suporter agar tidak membuat maupun menyebarkan provokasi yang berpotensi memicu gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, pertandingan Persija melawan Persib juga menjadi kesempatan bagi Jakarta untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah yang baik. Karena itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga fasilitas umum serta kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pertandingan.

"Kita tunjukkan kepada Jakarta dan Indonesia bahwa The Jakmania, Persija, dan warga Jakarta adalah tuan rumah yang baik. Jakarta adalah rumah kita bersama," urainya.

Di penghujung apel, Pramono memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan pengamanan pertandingan. Apresiasi tersebut disampaikan kepada aparat keamanan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Persija Jakarta, dan The Jakmania yang bersama-sama berupaya memastikan pertandingan berjalan aman dan tertib.

"Cinta kepada Persija adalah bagian dari cinta kepada Jakarta. Selamat bertanding, Macan Kemayoran! Jaga sportivitas, jaga Persija, jaga Jakarta," pungkasnya.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purnomo mengatakan pengamanan pertandingan melibatkan sejumlah unsur, yakni Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 17.800 personel disiapkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan pertandingan.

"Sebanyak 17.800 personel disiapkan untuk mengawal rangkaian kegiatan sebelum, selama, dan setelah pertandingan," ungkapnya.

Pengamanan juga dilakukan melalui koordinasi antara aparat di Jakarta dengan Polda Jawa Barat dan Polda Banten. Sejumlah titik perbatasan akan menjadi lokasi penyekatan, di antaranya Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor sebagai bagian dari langkah pencegahan serta antisipasi.

Dekananto menjelaskan pengamanan pertandingan dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku serta izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri. Izin tersebut diberikan berdasarkan rekomendasi dari Polda Metro Jaya untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung sesuai ketentuan.

Berdasarkan ketentuan pengamanan tersebut, suporter Persib Bandung tidak diperbolehkan hadir secara langsung di SUGBK saat pertandingan berlangsung. Aturan serupa juga berlaku bagi The Jakmania yang tidak diperbolehkan hadir ketika Persija Jakarta menjalani pertandingan di Bandung.

Dengan persiapan tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat menjaga pertandingan Persija kontra Persib tetap berlangsung aman dan tertib. Rivalitas kedua klub pun diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas sehingga pertandingan dapat menjadi momentum positif bagi sepak bola dan Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.