Wisata Pendidikan Digagas, Jepara Ingin Karimunjawa Naik Kelas
Kamis, 10 Sep 2026, 22:55 WIBJEPARA â Pengembangan wisata pendidikan menjadi peluang untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.
Konsep ini dapat menggabungkan potensi alam, budaya, sejarah, hingga aktivitas masyarakat sebagai sarana edukasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi daerah dan masyarakat sekitar.
Tantangannya adalah memastikan pengembangan destinasi tidak berhenti pada penambahan fasilitas, tetapi mampu menghadirkan program edukasi yang berkualitas, sumber daya manusia yang kompeten, serta pengalaman wisata yang menarik dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggagas pengembangan wisata pendidikan di Pulau Karimunjawa sebagai upaya menciptakan pasar wisatawan baru sekaligus memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
"Pengembangan wisata di Pulau Karimunjawa tidak boleh hanya berorientasi pada sumber daya alam maupun wisata pantai. Potensi wisata daratan juga perlu dikembangkan agar ekosistem pariwisata di wilayah tersebut semakin hidup," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Kamis (10/9).
Menurut dia salah satu konsep wisata yang dapat dikembangkan adalah wisata pendidikan, termasuk wisata pendidikan bahasa Inggris. Konsep tersebut dinilai dapat menciptakan pasar baru sekaligus memperpanjang aktivitas wisatawan selama berada di Karimunjawa.
"Pengembangan wisata pendidikan bahasa Inggris, merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar baru," ujarnya.
Keberadaan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Karimunjawa juga dinilai menjadi potensi pendukung pengembangan konsep tersebut. Peserta wisata pendidikan bahasa Inggris nantinya dapat memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris secara langsung dengan penutur asli atau native speaker.
Selain mengembangkan jenis wisata baru, Pemkab Jepara juga berencana membuka akses wisata ke sejumlah pulau lain di sekitar Karimunjawa, termasuk Pulau Nyamuk.
Pengembangan destinasi baru tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan wisatawan di satu lokasi sekaligus memperluas sebaran manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat di pulau-pulau lain.
Witiarso menekankan peningkatan fasilitas wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan kawasan. Menurut dia, kenyamanan wisatawan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun citra Karimunjawa sebagai destinasi wisata.
"Kebersihan dan wangi harus dijaga. Biar wisatawan nyaman," jelasnya.
Karimunjawa sendiri memiliki potensi wisata bahari, alam, dan darat yang cukup besar. Kawasan tersebut terdiri atas 27 pulau dengan panorama alam yang masih relatif alami.
Potensi wisata bahari dan bawah laut yang tersedia antara lain snorkeling, diving, penangkaran hiu, serta aktivitas menjelajahi pulau-pulau kecil yang eksotis dan tidak berpenghuni.
Sementara untuk wisata pantai, wisatawan dapat menikmati pantai berpasir putih, bukit dengan panorama alam, hingga aktivitas treking di kawasan mangrove.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Karimunjawa setiap tahunnya berkisar 70.000-an wisatawan domestik dan 7.000-an wisatawan mancanegara. Besarnya jumlah kunjungan tersebut dinilai menjadi peluang untuk terus mengembangkan ragam produk wisata di Karimunjawa, termasuk wisata pendidikan.
- Eduwisata
- wisata pendidikan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.