Kemarau Panjang dan Anak Krakatau, Gubernur Lampung Ajak Warga Shalat Istisqa
Kamis, 10 Sep 2026, 13:34 WIBBandarlampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat di wilayahnya melaksanakan shalat istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang serta dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Melalui shalat istisqa ini menjadi amalan bagi semua masyarakat di Lampung. Kalau kita melakukannya secara bersama-sama, hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, dengan tujuannya sama," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Kamis (10/9).
Menurut dia, doa yang dipanjatkan secara bersama-sama menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
"Kami mendorong pelaksanaan shalat istisqa tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di masjid, mushalla, dan pondok pesantren di seluruh Lampung," katanya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang berdoa dan bermunajat bersama, semakin kuat pula harapan agar doa tersebut dikabulkan.
"Semakin banyak yang berdoa, kita berharap ada satu doa yang dikabulkan," ujarnya.
Rahmat mengatakan masyarakat Lampung saat ini menghadapi dua kondisi, yakni kemarau panjang dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap ketersediaan air, pertanian, kesehatan, serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Sumber-sumber air mulai mengering, lahan-lahan pertanian kekurangan pasokan air, debu serta panas ekstrem mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari," katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama berbagai pihak, kata dia, terus melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi kondisi tersebut. Upaya itu mencakup penanganan dampak aktivitas GAK, kekeringan dan kebakaran, serta penyampaian informasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Rahmat juga mengingatkan bahwa berbagai upaya pemerintah dan masyarakat memiliki keterbatasan sehingga perlu diiringi dengan doa dan introspeksi diri.
"Shalat istisqa yang dilaksanakan hari ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi kita untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas segala kekhilafan," ucapnya.
Aktivitas Anak Krakatau Menurun
Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rahmat mengatakan erupsi masih berlangsung meskipun aktivitasnya menunjukkan penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Sebelumnya, Rahmat bersama pihak terkait melakukan pemantauan langsung kondisi GAK dari KRI Lepu 861 dan mendekat hingga sekitar tiga kilometer dari gunung tersebut.
"Hari ini kami bersama pihak terkait telah melakukan pemantauan langsung Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu 861, dan mendekat hingga radius tiga kilometer untuk melihat kondisi erupsi secara langsung," katanya.
Ia mengatakan GAK masih mengalami erupsi dan statusnya tetap berada pada Level III atau Siaga. Namun, secara visual aktivitas gunung mulai menurun.
"Di mana frekuensi serta intensitas keluarnya material magma makin berkurang, lalu intervalnya semakin lebar serta abu yang mulai sedikit," ujarnya.
Menurut dia, penurunan aktivitas tersebut tidak berarti erupsi telah berhenti. Waktu berakhirnya erupsi belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada aktivitas gunung dan suplai magma.
Mengenai sebaran abu vulkanik, Rahmat mengatakan angin bergerak ke arah barat laut sehingga abu yang terlihat relatif tipis. Masyarakat tetap diminta tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
"Mengenai abu vulkanik, saat ini angin bergerak ke arah barat laut, dan abu vulkanik relatif tipis. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk tetap tenang namun waspada dan selalu mengikuti informasi resmi," katanya.
Ia menambahkan kualitas udara di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga berangsur membaik sehingga kondisi tersebut dapat mendukung kembali berbagai aktivitas luar ruangan.
Pemprov Lampung sendiri mengajak masyarakat melaksanakan shalat istisqa dan doa bersama pada Kamis (10/9) di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.
- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.