Hujan Ekstrem Ganggu Persiapan Asian Games, Paksa Ratusan Atlet Dievakuasi di Nagoya
Kamis, 10 Sep 2026, 00:20 WIBNAGOYA â Persiapan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, diganggu cuaca ekstrem. Ratusan atlet yang telah berada di kota tuan rumah terpaksa dievakuasi sementara setelah hujan dengan intensitas luar biasa mengguyur Nagoya dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Hujan deras juga dilaporkan merembes ke beberapa arena pertandingan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kesiapan penyelenggaraan, terlebih sejumlah cabang olahraga sudah mulai dipertandingkan sebelum upacara pembukaan resmi pada tahun 19 September.
Sebagian wilayah Nagoya diguyur hujan hingga mencapai 104 milimeter hanya dalam satu jam. Curah hujan ekstrem tersebut mendorong pemerintah kota mengeluarkan perintah evakuasi bagi sejumlah kawasan.
Banjir membuat kendaraan harus menerobos genangan di jalan-jalan utama hingga memicu kemacetan parah. Air juga mengalir masuk ke sejumlah stasiun kereta bawah tanah.
Para ilmuwan menyebut perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia turut meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di Jepang maupun berbagai wilayah dunia.
Asian Games tahun ini tidak menyediakan satu kompleks khusus sebagai perkampungan atlet. Penyelenggara memilih menggunakan kombinasi kapal pesiar, kontainer kayu sementara, dan hotel sebagai tempat akomodasi para peserta.
Seorang pejabat Otoritas Pelabuhan Nagoya mengatakan kepada AFP bahwa ratusan atlet yang tinggal di kawasan Garden Pier, tempat kontainer kayu sementara berada, diminta berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Setelah perintah evakuasi dicabut, para atlet diperbolehkan kembali ke tempat akomodasi mereka.
Situasi tersebut menjadi tantangan serius bagi penyelenggara karena Asian Games dijadwalkan secara resmi dibuka pada 19 September. Namun, sejumlah pertandingan sudah dimulai lebih awal, termasuk cabang bola basket yang dijadwalkan bergulir pada Kamis.
Air hujan juga ditemukan masuk ke beberapa arena pertandingan. Meski demikian, Wali Kota Nagoya Ichiro Hirosawa memastikan fasilitas pertandingan tidak mengalami kerusakan serius dan seluruh agenda tetap berjalan sesuai jadwal.
"Sejauh ini dampaknya terbatas, seperti air hujan yang merembes melalui atap beberapa bangunan. Namun, situasinya belum sampai pada tahap yang mengancam pembukaan pada 19 September," ujar Hirosawa.
"Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, saya yakin tidak akan ada hambatan dalam penyelenggaraan Asian Games."
Lebih dari 17.000 atlet dan ofisial diperkirakan hadir di Asian Games tahun ini. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah peserta yang biasanya hadir dalam ajang Olimpiade.
Hujan ekstrem tidak hanya mengganggu persiapan Asian Games, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat Nagoya.
Layanan kereta bawah tanah dan bus sempat dihentikan sementara pada Selasa. Badan Meteorologi Jepang bahkan mengeluarkan peringatan banjir tingkat tertinggi untuk sebuah sungai besar di kawasan tersebut.
Rekaman televisi memperlihatkan derasnya air hujan mengalir ke jalur kereta api dari dataran yang lebih tinggi, menyerupai air terjun.
Di kawasan lain di Nagoya, sebuah mobil yang ditinggalkan pemiliknya terlihat berada di atas trotoar setelah tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat banjir.
Dampak kemacetan juga dirasakan sektor perhotelan. "Jalanan sangat macet karena banyak mobil yang sudah tidak bisa bergerak dan terhenti di berbagai tempat sehingga memblokir jalan," kata Hitomi Terada, pekerja sebuah hotel di distrik Chigusa yang menjadi salah satu kawasan terdampak cukup parah.
Menurut perempuan berusia 44 tahun tersebut, hampir seluruh dari 25 kamar hotel tempatnya bekerja dipenuhi tamu yang tidak dapat pulang akibat kemacetan.
"Beberapa pegawai hotel juga tidak bisa datang bekerja pagi ini karena masalah lalu lintas," ujarnya.
Badan Meteorologi Jepang kembali mengeluarkan peringatan terkait hujan deras dan potensi tanah longsor. Hujan diperkirakan masih turun secara berkala hingga Kamis di sejumlah wilayah Jepang, termasuk Prefektur Aichi, lokasi Nagoya sebagai tuan rumah Asian Games.
Kondisi tersebut membuat faktor cuaca menjadi salah satu tantangan penting bagi penyelenggara dalam beberapa hari ke depan.
Bagi ribuan atlet yang datang dari berbagai negara, perhatian kini tidak hanya tertuju pada persiapan pertandingan, tetapi juga pada kondisi akomodasi, transportasi, dan keselamatan selama berada di Nagoya.
- Banjir
- Hujan Deras
- Asian Games 2026
- aichi nagoya 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Seorang Wanita Ditemukan Meninggal akibat Tenggelam di Sungai Cikupa
-
Kenapa Konsumen Mulai Berpikir untuk Beralih ke Motor Listrik?
-
Pelaku Usaha Wajib Tahu! Ini Alasan Transaksi Digital Bikin Perekonomian Sulteng Melesat!
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan pada Jumat Ini
-
Kasus BBM Subsidi, Polres Jembrana Dalami Keterlibatan Petugas SPBU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.