Gubernur Sulsel Minta Masyarakat Tak Panic Buying, Stok BBM Aman
Kamis, 10 Sep 2026, 14:43 WIBMAKASSAR â Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyebut stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berada dalam kondisi aman dan minta masyarakat tidak panic buying.
Pernyataan tersebut disampaikan merespons lonjakan permintaan BBM bersubsidi di lapangan serta mengantisipasi antrean panjang yang berpotensi memicu keresahan warga.
"Stok ada di SPBU-SPBU kita, termasuk yang beroperasi 24 jam. Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak panic buying pembelian BBM," ujar Gubernur Sulsel di Makassar, Kamis.
Maka dari itu, Andi Sudirman mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi beli panik (panic buying) seiring kepastian pasokan dan stok BBM aman.
Ia mengatakan di tengah lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, petugas menemukan sejumlah indikasi kecurangan yang melibatkan oknum tertentu di beberapa titik penyaluran. Seperti oknum yang melakukan pengisian berulang tanpa dimanfaatkan hingga modifikasi tangki.
Guna menindaklanjuti temuan tersebut, langkah penertiban dan penegakan hukum secara tegas akan diberlakukan guna menjaga ketertiban distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Pengawasan di area SPBU juga akan ditingkatkan secara signifikan, menyasar pemilik kendaraan, pengemudi, hingga kelaikan operasional kendaraan itu sendiri.
Ia mengatakan pencabutan izin usaha atau operasi, hingga pemblokiran Nomor Polisi (Nopol) kendaraan yang terbukti terlibat dalam praktik kecurangan distribusi BBM.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan wajar, sementara aparat dan pihak terkait terus memperketat pengawasan di seluruh rantai penyaluran.
Kendati demikian, antrean panjang masih terlihat jelas di berbagai SPBU, bukan hanya di Kota Makassar namun juga terjadi di daerah-daerah.
Salah satu warga bernama Lisa selaku pengendara mobil asal Makassar menyampaikan pernah antre hingga 1 jam lebih untuk memperoleh BBM dan hal tersebut dinilai mulai mengganggu produktivitasnya.
"Kita butuh BBM untuk bekerja, sementara jika stoknya susah begini karena harus antri lama, maka dipastikan akan mengganggu aktifitas. Kalau mau keluar rumah khawatir, nanti bensinnya tidak ada," katanya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Tertibkan TPS Liar Kramat Jati Lokasi Gugurnya Damkar
-
Bantuan Air Bersih untuk Desa yang Kekurangan Air di Wilayah Situbondo
-
The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia
-
Momentum Positif Pebalap Indonesia Mario Aji Terhenti saat Q2 Moto2 Inggris akibat Tabrakan
-
Kekeringan Melanda Natuna, Polres Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Sekolah.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.