Jaga Harga Bahan Pangan, Pemprov Sumut Inisiasi Gerakan Pangan Murah Serentak
Jumat, 28 Agu 2026, 08:05 WIBMEDAN â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menginisiasi Gerakan Pangan Murah serentak di wilayah Sumut guna menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran, dan mengendalikan inflasi daerah.
"Selain itu, program ini menjadi langkah strategis Pemprov Sumut memastikan ketersediaan pangan, serta meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, di Medan, Kamis (28/8).
Gerakan Pangan Murah serentak berskala provinsi tersebut, lanjut dia, untuk tahap awal dijadwalkan akan digelar pada 27, 28, dan 31 Agustus 2026.
Selanjutnya, kegiatan itu dilaksanakan secara rutin sebanyak empat kali dalam satu bulan, yakni pada September hingga Desember 2026.
Berbagai komoditas bahan pangan akan dihadirkan dengan harga terjangkau mulai dari beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras medium, dan beras premium.
"Minyak Kita, cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, jagung hingga ikan dencis," katanya.
Ia mengatakan program berskala provinsi tersebut melalui sinergi lintas sektor melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Kemudian, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serentak ini juga melibatkan perangkat daerah terkait, Perum Bulog, sejumlah distributor, pelaku usaha pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Sumut, Pematangsiantar, dan Sibolga.
"Gerakan Pangan Murah serentak ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan yang merata sekaligus keterjangkauan daya beli, khususnya di daerah dengan tingkat inflasi dan Indeks Perubahan Harga (IPH) yang tinggi," ujar Fariz.
Ia juga menjelaskan, melalui Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 500.1.2.1/7083 Tahun 2026, seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat Sumut.
"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting menyatukan data pasokan, memetakan wilayah rentan, memperkuat koordinasi jalur distribusi pangan, menjaga stabilisasi harga, dan ketersediaan pasokan di daerah," katanya.
Melalui Gerakan Pangan Murah serentak, Pemprov Sumut terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan pangan tersedia, harga terkendali, dan masyarakat mendapat akses pangan dengan harga yang terjangkau.
"Pemprov Sumut optimistis menjaga ketahanan pangan daerah, memastikan harga pangan pokok tetap ramah di kantong masyarakat, dan ciptakan iklim perekonomian Sumatera Utara yang stabil dan kondusif hingga akhir tahun,â ujar Fariz.
- Pemprov Sumut
- Gerakan Pangan Murah (GPM)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Adu Kreatif Kuliner Indonesia vs Prancis
-
Lebih Cermat Lagi Belanja Dapur karena Ada Garam Tak Beryodium
-
Gelar GPM di 514 Kabupaten/Kota, Bapanas Pastikan Pangan Murah Merata Hingga Pelosok
-
Tanpa “Upskill”, “Golden Period” Bakal Berlalu dan RI Terancam Tidak Naik Kelas
-
Kendalikan Inflasi, Pemprov Kalimantan Barat Sediakan 10 Ton Beras melalui Gerakan Pangan Murah
-
MotoGP Mandalika Jadi Awal Enam Seri Penentuan Gelar Martin dan Marquez
-
Kemendag Perkuat Penyebaran Informasi Perlindungan Konsumen Melalui Publikasi Poster di Depot Air Minum Isi Ulang.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.