- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Soroti Wa...
Gubernur Pramono Soroti Wajah Baru Satpol PP Jakarta yang Makin Humanis
Rabu, 09 Sep 2026, 14:45 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti perubahan pendekatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai semakin humanis dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan publik tanpa menghilangkan ketegasan dan kewibawaan aparat dalam menjaga ketertiban.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Syukuran HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/9). Acara tersebut diikuti 1.045 peserta sekaligus dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pelaku penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).
Pramono mengatakan tugas Satpol PP dan Satlinmas tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan di ruang publik. Keberadaan kedua unsur tersebut juga berperan dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi dalam kondisi yang aman serta nyaman.
âKami mengapresiasi Satpol PP dan Satlinmas yang berperan penting dalam menjaga rasa aman di Jakarta. Ketertiban bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga memastikan warga bisa beraktivitas dan ekonomi terus bergerak dengan nyaman,â ujar Pramono.
Ia menilai penerapan pendekatan humanis menjadi salah satu perubahan penting dalam pelaksanaan tugas Satpol PP Jakarta. Komunikasi, dialog, empati, dan penghormatan kepada masyarakat dinilai perlu berjalan beriringan dengan ketegasan ketika aparat menegakkan aturan.
âWajah Satpol PP Jakarta sekarang ini jauh lebih humanis. Dan itu terbukti di lapangan, termasuk kepercayaan publik kepada Satpol PP mengalami peningkatan yang signifikan,â kata Pramono.
Pramono juga meminta gerakan 4S, yakni Senyum, Salam, Sapa, dan Santun, terus diterapkan oleh jajaran Satpol PP dalam berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, sikap tersebut tidak boleh dipahami sebagai pengurangan ketegasan, tetapi menjadi bagian dari cara aparat menjaga ketertiban dengan pendekatan yang lebih baik.
Di sisi lain, Pramono mengingatkan bahwa kompleksitas persoalan Jakarta menuntut Satpol PP dan Satlinmas memiliki kesiapsiagaan yang tinggi. Berbagai potensi keadaan darurat, termasuk risiko kebakaran ketika musim kemarau, membutuhkan kemampuan mitigasi dan respons cepat sejak kondisi awal.
Ia mencontohkan keterlibatan Satpol PP ketika pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman-Thamrin dihentikan lebih awal akibat paparan debu vulkanik. Dalam situasi tersebut, personel Satpol PP turut membagikan masker dan berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
Menurut Pramono, perubahan karakter pelayanan dan kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan bagi Jakarta yang tengah diarahkan sebagai kota global. Karena itu, jajaran Satpol PP dan Satlinmas diminta memperkuat integritas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi dalam menjalankan tugas.
âKalau Saudara-saudara bisa melewati ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetap tegas, tetap tertib, tetap berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,â ujarnya.
Pramono kemudian mengajak seluruh jajaran memperkuat semangat âJaga Jakartaâ sebagai bagian dari persiapan menuju usia lima abad Jakarta. Ia menargetkan Jakarta menjadi kota yang aman, tertib, nyaman, dan humanis sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, serta komunitas internasional.
âSemangat Jaga Jakarta harus terus diperkuat menuju usia lima abad. Targetnya jelas, yakni Jakarta yang aman, tertib, nyaman, humanis, sekaligus mampu membangun kepercayaan warga, pelaku usaha, dan masyarakat internasional,â tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengungkapkan rencana penyediaan markas komando (Mako) Satpol PP yang lebih representatif untuk mendukung pelaksanaan tugas. Ia mengaku telah membahas rencana tersebut bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto.
âKita akan meminta Kepala Satpol PP untuk merancang, mempersiapkan, dan merencanakan kantor yang lebih representatif. Walaupun dalam posisi efisiensi, tetap kita lakukan dengan jauh lebih efisien,â ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan kondisi Trantibumlinmas di Jakarta secara umum berjalan aman dan kondusif. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi jajaran hingga tingkat kelurahan serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban.
Satriadi mengatakan Satpol PP Jakarta akan terus melakukan pembenahan dan transformasi dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya dilakukan melalui penerapan gerakan 4S sebagai pedoman perilaku anggota ketika berinteraksi dengan masyarakat.
âKami terus berbenah dan bertransformasi, salah satunya melalui gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun sebagai pedoman perilaku anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat,â kata Satriadi.
- Satlinmas
- Pemprov DKI Jakarta
- Humanis
- Ketertiban Masyarakat
- Satpol PP DKI Jakarta
- Gubernur DKI Pramono Anung
- jaga jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Lantik 1.500 Pengurus FUHAB, Gubernur Pramono Tekankan Pentingnya Toleransi
-
Jakarta Punya Kompas Lingkungan 30 Tahun, Pemprov dan DPRD Tetapkan Perda RPPLH
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Batal Rilis 26 Agustus, Ini Rincian Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai yang Disempurnakan
-
1.727 Warga Dilibatkan dalam Program Padat Karya Pemkot Bogor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.