Konflik UEFA-FIFA Memanas, Ceferin Sindir Infantino: “Sepak Bola Tak Butuh Kaisar”

Rabu, 30 Sep 2026, 04:30 WIB

Copenhagen – Ketua UEFA Aleksander Ceferin pada Selasa (29/9) mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino dengan mengatakan bahwa "sepak bola tidak membutuhkan kaisar", sementara Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser al-Khelaifi menegaskan tidak berminat menjadi pemimpin sepak bola dunia berikutnya.

"Ya, mari kita berkembang, mari berinovasi, mari membuat klub dan kompetisi kita semakin sukses, tetapi jangan pernah lupa bahwa sepak bola lebih besar daripada mereka yang mengelolanya. Kita adalah penjaga, bukan pemilik. Tidak ada yang berhak menjual masa depannya," kata Ceferin, pemimpin badan sepak bola Eropa tersebut, dalam sidang umum European Football Clubs (EFC) di Kopenhagen.

Ket. Foto: Presiden UEFA Aleksander Ceferin (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat Euro 2024 di Jerman. — Sumber: AFP

UEFA, yang klub dan tim nasionalnya mendominasi perekonomian sepak bola global, secara terbuka menentang Infantino sejak akhir Juli terungkap bahwa FIFA berencana membentuk anak usaha komersial bernama FIFA Forward Enterprise untuk mengelola sejumlah ajang terbesarnya, seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

UEFA sempat mengatakan akan mempertimbangkan untuk memboikot turnamen yang diselenggarakan FIFA sebelum menangguhkan ancaman tersebut setelah menerima jaminan tertulis pada akhir Agustus bahwa badan sepak bola dunia itu tidak akan berupaya menghidupkan kembali rencana menjual saham kepada investor swasta.

UEFA juga membawa perkara ke pengadilan di negara bagian Florida, Amerika Serikat, dalam upaya memperoleh dokumen terkait rencana Infantino yang gagal tersebut. Langkah itu ditujukan untuk mengumpulkan bukti bagi kemungkinan pengaduan pidana di Swiss, tempat UEFA dan FIFA sama-sama berkantor pusat.

FIFA merespons dengan menuduh badan sepak bola Eropa itu melakukan "kampanye misinformasi" dan menyebut UEFA berupaya "memengaruhi" pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

Dalam pidatonya kepada para delegasi organisasi EFC yang berpengaruh di ibu kota Denmark tersebut, Ceferin menyamakan Infantino dengan kaisar dalam dongeng Hans Christian Andersen berjudul "Pakaian Baru Sang Kaisar".

"Kita semua tahu ceritanya. Seorang kaisar diyakinkan bahwa dirinya mengenakan pakaian yang luar biasa, pakaian yang menurutnya hanya tidak bisa dilihat oleh orang bodoh atau mereka yang tidak layak," kata Ceferin.

"Para pejabat di sekelilingnya ikut membenarkan hal itu sampai seorang anak mengatakan dengan lantang apa yang bisa dilihat semua orang -- kaisar itu telanjang.

"Mungkin pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kata-kata yang nyaman tidak dapat mengubah kenyataan yang tidak nyaman."

"Teman-teman, saya pikir sudah waktunya untuk mengatakan 'cukup'," tambahnya. Infantino tidak hadir dalam pertemuan tersebut, tetapi Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom berada di ruangan.

"Uang dapat membantu sepak bola berkembang, tetapi uang tidak boleh menentukan apa yang kita korbankan, tidak pernah. Eropa tidak perlu meminta maaf karena mengatakan hal itu."

Tidak Berminat' Jadi Presiden FIFA

Sejumlah asosiasi sepak bola nasional terkemuka di Eropa telah menarik dukungan mereka terhadap Infantino dalam upayanya kembali terpilih sebagai Presiden FIFA tahun depan.

Khelaifi, yang dikenal dekat dengan Ceferin, sebelumnya disebut-sebut sebagai calon potensial untuk maju melawan Infantino dalam pemilihan yang akan digelar pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, pada Maret.

Presiden PSG asal Qatar tersebut telah menjabat sebagai ketua EFC, yang sebelumnya bernama European Club Association, sejak 2021. Melalui posisi tersebut, ia juga menjadi anggota Komite Eksekutif UEFA.

Batas waktu pendaftaran calon adalah 18 November, tetapi Khelaifi yang berusia 52 tahun menepis spekulasi bahwa dirinya akan maju.

"Saya sama sekali tidak berminat dengan FIFA, sama sekali tidak punya ambisi untuk berada di sana," kata Khelaifi kepada wartawan dalam kapasitasnya sebagai pimpinan EFC, yang beranggotakan lebih dari 900 klub di seluruh Eropa.

"Saya tidak berpikir saya orang yang tepat dan sebenarnya saya juga tidak ingin maju. Saya menikmati apa yang saya lakukan dan bersenang-senang. Kami ingin terus membangun hal-hal positif bersama. FIFA bukan untuk saya."

Sebelumnya, Khelaifi dalam pidatonya menyayangkan waktu yang terbuang untuk menangani krisis di pucuk pimpinan sepak bola dunia.

"Sepak bola berjalan ketika kita saling mendengarkan, ketika kita transparan," katanya. "Sepak bola lebih besar dan lebih penting daripada siapa pun di antara kita."

Ia juga mendukung Ceferin untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden UEFA tahun depan, dengan mengatakan, "kami membutuhkan kepemimpinan yang kuat seperti Anda untuk melindungi olahraga kita."

Ceferin asal Slovenia telah menduduki posisi tersebut sejak 2016 dan sebelumnya mengisyaratkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali setelah masa jabatan saat ini berakhir.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.