- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Turun Tangan Desak ...
Russia Turun Tangan Desak Iran Diajak Masuk Sistem Keamanan Teluk
Selasa, 08 Sep 2026, 15:38 WIBISTANBUL - Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov, Senin (7/9), menyerukan agar Iran disertakan dalam sistem keamanan regional di kawasan Teluk.
Berbicara dalam pertemuan dengan para mahasiswa dan staf pengajar di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Lavrov menyatakan bahwa partisipasi Iran dalam sistem keamanan Teluk akan menjadi langkah praktis yang penting untuk menjamin stabilitas kawasan.
Dia mengingatkan kembali bahwa lebih dari 20 tahun yang lalu, Russia mengusulkan agar negara-negara Teluk, termasuk negara-negara monarki Arab dan Iran, mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan guna menyusun konsep keamanan bagi kawasan tersebut.
"Dengan menyadari kompleksitas hubungan di antara mereka, kami berangkat dari asumsi bahwa kami akan memfasilitasi pertemuan, pembahasan mengenai keluhan masing-masing pihak, serta kesepakatan terkait langkah-langkah tertentu untuk membangun rasa saling percaya," katanya.
"Kami meyakini bahwa diskusi-diskusi tersebut akan lebih mudah diselenggarakan jika Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB turut dilibatkan secara bersamaan," tambahnya.
Lavrov mengatakan bahwa situasi mulai berubah setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Teheran pada Februari.
"Beberapa tahun yang lalu, sebelum agresi Israel dan AS terhadap Iran, hubungan antara Iran dan Arab Saudi sempat dinormalisasi berkat inisiatif Tiongkok dan dorongan aktif dari pihak kami," katanya.
Lavrov juga menyinggung Kesepakatan Mekah yang diajukan oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki sebagai sebuah kerangka kerja "bagi keamanan kolektif dan aliansi pertahanan".
Dia menyoroti bahwa para pihak yang mengusung kesepakatan tersebut telah menegaskan bahwa pintu tetap terbuka bagi negara-negara lain, termasuk mereka yang berada di luar kawasan Teluk.
"Mesir sering kali disebut-sebut. Saya yakin bahwa jika Aljazair menunjukkan minat, hal itu pun akan memberikan dampak positif pada tahap tertentu," kata Lavrov.
"Jika struktur semacam itu juga menyepakati ketentuan mengenai bagaimana Iran dapat berpartisipasi dalam proses ini, menurut saya itu akan menjadi langkah paling praktis menuju konsep yang awalnya kami rumuskan," tambahnya.
Lavrov menyimpulkan bahwa Rusia tidak akan mengupayakan peran utama dalam proses tersebut. Ant
Berita Terkait:
-
BI Bisa Tahan Imbas Kebijakan The Fed dengan Ikut Menaikkan Suku Bunga
-
TNI Pamer PDU Baru Saat Upacara Peringatan HUT Ke-81
-
Bantu Masyarakat Akses Dana Cepat Tanpa Bunga, Pegadaian Luncurkan Program Gadai Bebas Sewa Modal Khusus Untuk Nasabah Baru
-
Bukan Cuma Tenun, Flobamorata Creative Expo 2026 Siap Bawa Kopi dan Kuliner NTT Tembus Pasar Dunia
-
Kemenhut Proses Hukum kepada 46 Subjek terkait Karhutla di 10 Provinsi
-
Winter aespa Kena Herpes Zoster! Penyakit Apa Itu?
-
Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, Danamon Raih TOP GRC Awards 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.