- Home
-
- Luar Negeri
-
- Putin-Zelensky Terpisah Be...
Putin-Zelensky Terpisah Bertemu Utusan Trump, AS Ungkap Langkah Baru Akhiri Perang Ukraina
Selasa, 08 Sep 2026, 05:00 WIBWashington - Utusan senior Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/9) menyebut terdapat kemajuan dalam pembicaraan akhir pekan dengan Ukraina dan Russia, yang membuka peluang untuk menghidupkan kembali perundingan damai tiga pihak guna mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu secara terpisah dengan utusan senior AS dalam upaya baru untuk mengakhiri perang yang bermula ketika pasukan Russia menginvasi Ukraina lebih dari empat tahun lalu.
"Kemajuan substantif telah dicapai, termasuk langkah untuk menjadwalkan perundingan trilateral tambahan," tulis Utusan Khusus AS Steve Witkoff di platform X.
Witkoff, yang merupakan sekutu bisnis Presiden AS Donald Trump, melakukan perjalanan ke Russia dan Ukraina pada akhir pekan bersama mitra perundingnya, Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump.
Kunjungan mereka ke Kyiv pada Minggu merupakan perjalanan resmi pertama keduanya ke ibu kota Ukraina tersebut.
Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP pada Minggu (6/9) bahwa kedua utusan tersebut membawa proposal baru dan "lebih efektif" untuk mengakhiri perang. Namun, Zelensky memperingatkan bahwa pertempuran kemungkinan masih akan berlanjut hingga musim dingin.
Kremlin pada Senin tidak menutup kemungkinan digelarnya perundingan tiga pihak antara Amerika Serikat, Russia, dan Ukraina untuk mengakhiri konflik.
"Namun, terlalu dini untuk mengatakan apa pun mengenai lokasi maupun tanggal pastinya pada tahap ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
Pada hari yang sama, Zelensky mengatakan dirinya bersama tim perunding Ukraina sedang "mengoordinasikan langkah-langkah selanjutnya" setelah melakukan pembicaraan dengan utusan Trump dan pejabat Eropa. Namun, pemimpin Ukraina itu tidak merinci langkah yang dimaksud.
Perunding dari Moskow dan Kyiv terakhir kali bertemu dalam pembicaraan yang dimediasi AS di Jenewa pada Februari, tetapi tidak mencapai kesepakatan mengenai persoalan wilayah.
Upaya diplomatik yang dipimpin Washington melambat dalam beberapa bulan terakhir setelah pemerintahan Trump mengalihkan perhatian ke perang dengan Iran.
Invasi besar-besaran Russia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 dan pertempuran yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menewaskan ratusan ribu tentara dan warga sipil.
Perang tersebut juga menyebabkan jutaan orang mengungsi, menghancurkan perekonomian Ukraina, memberikan tekanan besar terhadap militer Russia, serta mendorong penggunaan perang drone secara luas.
Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk pada Senin menyatakan keprihatinan atas laporan mengenai penggunaan drone yang sepenuhnya otonom untuk membunuh manusia di Ukraina. Ia menyerukan larangan segera terhadap senjata yang dapat membunuh tanpa keterlibatan manusia.
Sementara Kyiv menghadapi serangan hampir setiap malam, Ukraina dalam beberapa bulan terakhir juga meningkatkan serangan balasan terhadap Russia, salah satunya untuk menekan Moskow agar kembali ke meja perundingan.
Perundingan masih menemui jalan buntu, antara lain karena persoalan wilayah Donbas di Ukraina timur. Russia belum sepenuhnya menguasai wilayah tersebut, tetapi menuntut Donbas menjadi bagian dari setiap kesepakatan perdamaian.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Putin Berterima Kasih kepada Trump, Upaya Damai Russia-Ukraina Masuk Babak Baru
-
Ukraina akan Mampu Lancarkan Serangan Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri ke Russia
-
Belum Puas Lawan Tim Bawah! Pelatih PSIM Sentil Kondisi Fisik Pemain
-
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka
-
Panggung Bintang 3x3 Memanas! 8 Pemain Ini Siap Mengguncang FIBA 3x3 Lausanne 2026!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.