Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proses Belajar dari Rumah Tetap Berlanjut

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Proses Belajar dari Rumah Tetap Berlanjut Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).

JAKARTA -Pemprov Jakarta menilai abu hasil letusan Gunung Anak Krakatau belum benar-benar hilang. Untuk itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) satuan pendidikan Jakarta diperpanjang hingga Selasa (8/9) ini. Selanjutnya akan dievaluasi secara situasional. “Sebenarnya abu vulkanik Krakatau sudah menurun. Tetapi di beberapa daerah masih ada. Maka, kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ,” kata Pramono, Senin.

Dia pun telah minta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta, Nahdiana, untuk menindaklanjuti hal tersebut dan segera membuat Surat Edaran (SE). “Saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti itu karena di Jakarta tidak cukup hanya dengan statement saya, tetapi harus ada SE Kepala Dinas Pendidikan,” papar Pramono.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di Jakarta mulai Senin (7/9) sebagai langkah antisipasi potensi paparan abu vulkanik. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik yang diterbitkan pada 5 September 2026.

Dalam surat edaran tersebut, Disdik menyebut abu vulkanik merupakan partikel sangat kecil yang dihasilkan saat erupsi gunung api dan terdiri atas pecahan batuan, mineral, serta material vulkanik lainnya yang dapat terbawa angin, terhirup, dan berisiko terhadap kesehatan. Oleh karena itu, Disdik melakukan kebijakan PJJ bagi satuan pendidikan PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta yang berada di Jakarta.

Selain menerapkan PJJ, kepala satuan pendidikan diminta melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran serta memberikan alternatif apabila terdapat kendala. Disdik menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari potensi paparan abu vulkanik sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan warga sekolah, termasuk kelompok rentan.

Penerapan PJJ juga menjadi upaya untuk memenuhi hak anak atas layanan pendidikan selama terdapat potensi dampak abu vulkanik di wilayah Jakarta. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 7 September sampai pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jakarta. Melalui kebijakan itu, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan mempertimbangkan aspek keselamatan serta kesehatan peserta didik dan warga sekolah.

Penyemprotan Berlanjut

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta masih akan melakukan penyemprotan water mist hingga Selasa (8/9). Ini sebagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. “Water mistterus kita lakukan. Kami bahkan sudah minta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas water mist untuk bisa melakukan juga,” tutur Pramono Anung.

Pramono menambahkan, Pemerintah Jakarta juga akan terus bekerja sama dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selain berupaya dengan melakukan water mist, operasi modifikasi cuaca (OMC) agar turun hujan juga akan dilakukan. Namun, hal ini dilakukan apabila terdapat awan di langit Jakarta. Dia berharap pada tanggal 7-8 September ini ada awan untuk membuat hujan.

Sebelumnya pada hari Minggu (6/9), Pemerintah Provinsi Jakarta juga sudah menyemprot atau melakukan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta. Pelaksanaan water mist akan terus dievaluasi dan dilakukan selama diperlukan. Pelaksanaan dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta di koridor utama. Anara lain, Silang Monas serta Jalan MH Thamrin–Jenderal Sudirman.

Tentang Gunung Anak Krakatau itu sendiri, kemarin sudah tenang, tidak ada letusan lagi. Abu vulkanik juga tidak terasa lagi di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Perang Perbesar Tekanan Har...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Luar Negeri
Jepang akan Luncurkan Misi ...
Luar Negeri
855 Orang Ditangkap Kerusuh...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.