Harga Beras Mau Naik Lagi? Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Medium
Selasa, 08 Sep 2026, 11:40 WIBJAKARTA â Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras terus dipertajam pemerintah. Program SPHP beras tahun 2026 yang digulirkan mulai Maret dengan target alokasi 828 ribu ton, saat ini telah mendekati 100 persen. Namun tidak boleh ada kekosongan salur beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat sampai akhir 2026.
Per 7 September, realisasi penjualan beras SPHP telah menyentuh 758 ribu ton atau 91,55 persen. Capaian tahun ini juga semakin mendekati realisasi SPHP beras sepanjang tahun 2025 yang kala itu tercatat berada di 802,9 ribu ton. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menambahkan kembali alokasi 1 juta ton.
"SPHP kita tambah. Beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran. SPHP (beras medium) ditambah 1 juta ton," ungkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (7/9).
Melalui langkah ini, pemerintah kembali memastikan kontinuitas program SPHP beras yang terus berjalan sejak awal tahun 2026. Setelah pada Januari dan Februari 2026 telah terlaksana SPHP beras sebagai kelanjutan dari program SPHP beras 2025. Lalu dilanjutkan kembali pada awal Maret ini dengan SPHP beras tahun 2026.
Untuk diketahui, program SPHP beras tahun 2026 yang dimulai Maret tersebut memiliki alokasi sebanyak 828 ribu ton dengan anggaran subsidi harga sebesar Rp 4,97 triliun. Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersebut telah tersedia di anggaran Bapanas.Â
Selanjutnya, terkait penambahan alokasi 1 juta ton sebagaimana hasil keputusan Rakortas hari ini (7/9/2026) akan diajukan untuk memperoleh direktif Presiden. Setelah itu, Kementerian Keuangan akan melakukan reviu terhadap usulan ABT yang diajukan.
Kepala Bapanas Amran Sulaiman juga mengaku telah meminta Perum Bulog agar dapat mendistribusikan beras premium, terutama ke jaringan ritel modern. Ia meminta upaya percepatan dan dilaksanakan secara business to business.
"(Selain itu) juga (beras) premium didorong ke ritel, sudah didorong Bulog. Kami minta percepat," ujar Amran.
Adapun dalam catatan Bapanas, per 7 September, stok beras komersial yang dikelola Bulog masih ada sebanyak 6,7 ribu ton. Ini merupakan bagian dari total beras Bulog yang masih berada di angka 4,8 juta ton.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan keputusan penambahan alokasi program SPHP beras ini untuk mengatasi musim paceklik. Harga beras untuk masyarakat harus dijaga pemerintah, meskipun Indonesia tengah dilanda kekeringan.
"Tahun ini kering, yang disebut paceklik, pasti harganya (beras) naik. Nah untuk merespon itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kita tambah supply-nya untuk yang beras subsidi. SPHP medium, kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi. Kita tambah lagi tadi 1 juta ton, SPHP medium," terang Zulhas.
Langkah pemerintah ini agar dapat mengguyur beras ke pasaran sampai akhir tahun. Penstabilan harga beras pun diharapkan dapat terwujud.
"Kita tambah 1 juta ton lagi agar harga yang berada di pasar yang menaik Rp 100-200 itu bisa juga turunkan kembali. Ada 1 juta ton SPHP beras medium tambahan untuk Oktober, November, Desember. (Ini) karena musim kemaraunya panjang," tambah Menko Pangan Zulhas.
Terkait perkembangan harga beras, Badan Pusat Statistik (BPS) baru mengumumkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras mulai terjadi penurunan. Sampai minggu pertama September kenaikan IPH ada di 115 kabupaten/kota. Ini mulai menurun dibandingkan minggu terakhir Agustus yang tercatat masih ada 147 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras.
Sementara, inflasi beras sampai Agustus tahun 2026 dilaporkan BPS mulai mengalami penstabilan, baik secara tahunan maupun bulanan. Adapun inflasi khusus beras secara tahunan berada di 2,77 persen setelah bulan sebelumnya di 3,10 persen. Level ini membaik jika dibandingkan pada inflasi beras Agustus tahun 2025 yang menjadi titik puncak inflasi beras saat itu di angka 4,24 persen.
Sementara, level inflasi beras secara bulanan sampai Agustus tahun 2026 ikut menurun dengan berada di 0,42 persen setelah bulan lalu di 0,49 persen. Perlu diketahui, inflasi beras secara bulanan selama tahun 2026 ini masih sangat stabil karena belum pernah melampaui angka 1 persen.
- harga beras
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
- Distribusikan Beras SPHP
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pesan Kuat dari Nagasaki: Manusia Tidak Bisa Hidup Bersama Senjata Nuklir
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
-
Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino
-
Presiden Donald Trump Sebut Punya Tiga Strategi Hadapi Iran, Ini Penjelasan Selengkapnya
-
Perkuat Kolaborasi, Tentara dan Warga Ponjong Gotong Royong Bangun Jembatan untuk Akses Pertanian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.