Pebulu Tangkis Terus Terpuruk

Senin, 07 Sep 2026, 07:09 WIB

JAKARTA -China Masters 2026 berakhir tanpa satu pun gelar untuk pebulu tangkis Indonesia. Kegagalan tersebut bukan sekadar catatan tanpa trofi dari turnamen BWF Super 750, tetapi juga memperlihatkan persoalan yang semakin sulit ditutupi: wakil Merah-Putih terus terpuruk.

Berlangsung di Shenzhen Arena, perjuangan Indonesia bahkan telah berakhir sebelum babak semifinal. Sejumlah pemain dan pasangan yang diharapkan menjadi tumpuan tumbang lebih cepat dari perkiraan. Hasil ini sekaligus memperpanjang daftar pekerjaan rumah bagi pelatih dan pengurus PBSI, terutama menyangkut konsistensi permainan, daya tahan fisik, dan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Ket. Foto: Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dalam ajang China Master 2026. — Sumber: PP PBSI

Bahkan di level super 100 di Polytron Pontianak Indonesia Masters, hanya satu wakil di final, ganda putra Patra Rindorindo/Rambitan. Para pemain senior seperti ganda campuran Apriyani/Dejan tak mampu melewati semifinal. Demikian juga senior Melati Daeva/Rehan Mauval, tak mampu tembus final. Padahal yang diturunkan tuan rumah begitu banyak.

Untuk kelas China Masters, tumpuan terakhir sempat berada di tangan ganda putra nonpelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Setelah melewati babak-babak awal, Sabar/Reza menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk melangkah ke semifinal. Namun, kesempatan tersebut akhirnya kandas. Mereka kalah dari pasangan Malaysia, Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong, melalui pertarungan ketat tiga gim 21-16, 16-21, 19-21.

Kekalahan itu semakin menyesakkan karena Sabar/Reza sempat berada dalam posisi menguntungkan pada gim penentuan. Namun, ketika lawan mengubah pola permainan, pasangan Indonesia kehilangan ketenangan dan gagal mempertahankan momentum.

Kegagalan di Shenzhen sebenarnya sudah terlihat sejak babak 16 besar. Kejutan terbesar datang dari sektor tunggal putra. Jonatan Christie, yang berstatus unggulan utama sekaligus pemain nomor satu dunia, justru harus meninggalkan turnamen lebih awal. Dia dikalahkan pemain nonunggulan Hong Kong, Jason Gunawan, dua gim langsung 16-21, 16-21.

Di ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kalah dari pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami 21-14, 16-21, 19-21. ben/G-1

  • China Masters 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.