Kabel Semrawut Jakarta Mulai Ditata, Proyek SJUT Dimulai dari Gatot Subroto

Senin, 07 Sep 2026, 17:35 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan penataan kabel melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) akan dimulai dari Jalan Gatot Subroto hingga Cawang.

“Untuk kabel listrik sebenarnya saya sudah diagendakan untuk memulai yang di Jalan Gatot Subroto sampai dengan Cawang dan sebagainya. Memang ada target nanti akan kami sampaikan secara khusus,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Senin (7/9). — Sumber: Antara

Pramono mengatakan penataan jaringan utilitas tersebut mulai dilakukan setelah Peraturan Daerah (Perda) tentang penataan kabel di Ibu Kota ditandatangani dan diundangkan.

Menurut dia, penataan kabel listrik di Jakarta tidak dapat dilakukan sekaligus karena jumlah dan persoalannya cukup kompleks.

“Beberapa kan sudah dimulai, hanya memang tidak bisa semuanya secara bersamaan karena begitu banyaknya dan kompleksnya persoalan kabel ini,” ujarnya.

Kendati demikian, Pramono memastikan Pemprov DKI akan terus menata kabel semrawut di berbagai wilayah Jakarta. Dengan adanya Perda yang telah disahkan, penanganan jaringan utilitas diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Dengan Perda yang sudah saya tanda tangani dan sudah diundangkan, mudah-mudahan penanganan kabel bisa tertangani lebih baik,” kata Pramono.

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan atau entitas swasta juga telah menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam penataan kabel di Jakarta.

Pramono mengakui persoalan kabel semrawut menjadi salah satu masalah kompleks di Ibu Kota. Selain jumlahnya banyak, sebagian kabel yang terpasang bahkan sudah tidak lagi dimanfaatkan, sementara pemiliknya tidak diketahui karena telah terpasang dalam waktu lama.

“Jadi Jakarta yang begitu kompleks begitu besar memang problem utamanya banyak kabel-kabel yang sudah sebenarnya tidak termanfaatkan tetapi pemiliknya tidak tahu karena saking lamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin mengatakan penataan jaringan utilitas perlu menjadi program prioritas untuk mewujudkan Jakarta yang lebih aman, tertata, dan modern.

Ia mendorong Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan seluruh operator utilitas guna mempercepat penertiban jaringan kabel udara yang masih tersebar di sejumlah wilayah.

“Utilitas harus ditata lebih rapi dan aman,” kata Thamrin di Jakarta.

Thamrin juga meminta pemindahan kabel ke bawah tanah diprioritaskan pada kawasan strategis, seperti jalan protokol, kawasan berorientasi transit (TOD), koridor MRT, kawasan wisata, serta pusat aktivitas masyarakat.

Menurut dia, pembangunan koridor utilitas bersama dapat membuat penempatan berbagai jaringan menjadi lebih efisien dan tertata sekaligus mendukung pengembangan Jakarta secara berkelanjutan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.