Dikira Tawaran Konten TikTok, Ternyata Diduga Penipuan! Polisi Mulai Selidiki

Senin, 07 Sep 2026, 00:21 WIB

JAKARTA - Polisi menyelidiki dugaan penipuan terhadap anak-anak komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dilakukan dengan modus menawarkan pembuatan konten iklan parfum untuk aplikasi TikTok.

"Terkait laporan masyarakat adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal kepada anak-anak komunitas sepeda," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seorang pelaku penipuan digital. — Sumber: Antara foto/Pexels

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, pelaku yang merupakan orang tidak dikenal mendatangi anak-anak komunitas sepeda dengan menawarkan pembuatan konten iklan parfum yang disebut akan ditayangkan melalui aplikasi TikTok.

Pelaku kemudian menjanjikan imbalan sebesar Rp100 ribu kepada setiap anak yang mengikuti pembuatan konten tersebut.

Namun, dalam kejadian itu pelaku diduga membawa kabur dua telepon seluler (HP) milik anak-anak komunitas tersebut.

Selain membawa dua HP, pelaku juga diduga membawa salah seorang anak dengan kendaraan sebelum kemudian menurunkannya di kawasan Pasar Rumput, Manggarai.

Dhimas menyampaikan, petugas kemudian melakukan pengecekan CCTV di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut

Dhimas menyampaikan, anggota Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang telah melakukan pengecekan kamera pengawas (CCTV) di sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk mencari petunjuk mengenai pelaku maupun kronologi peristiwa.

Namun demikian, berdasarkan pemeriksaan bersama karyawan bagian teknologi informasi (IT) restoran, rekaman CCTV belum dapat diakses karena mengalami gangguan pada sistem dan terkendala kode sandi.

"Ternyata mengalami gangguan dengan kode password dan tidak bisa dibuka," ujar Kapolsek.

Dhimas menjelaskan, polisi selanjutnya menghubungi salah satu korban bernama Amar untuk membuat laporan polisi guna menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut.

Selain itu, petugas melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta berencana meminta keterangan dari korban lainnya, yakni Kenzi, di kediamannya.

Petugas juga berencana mengambil rekaman CCTV dari kawasan MRT untuk menelusuri perjalanan pelaku setelah meninggalkan lokasi kejadian.

Polisi turut menyiapkan laporan polisi model A sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan tindak pidana tersebut.

"Hingga kini, polisi masih mendalami identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian," ujarnya.

Sebelumnya, ramai di media sosial video rombongan pesepeda di kawasan BNI City, Sudirman, Jakarta Pusat, diduga menjadi korban perampasan tiga telepon seluler oleh sejumlah pemuda yang mengajak mereka membuat konten promosi parfum dengan iming-iming uang.

Dalam kejadian pada Minggu (6/9) pagi itu, para korban juga diberi kartu ATM yang diduga palsu untuk mengambil uang, namun tidak berhasil.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.