Tembakau Temanggung Siap Dipanen, Bupati Pasang Target Serapan Maksimal
Minggu, 06 Sep 2026, 19:20 WIBTEMANGGUNG â Serapan tembakau menjadi salah satu penentu penting bagi keberlanjutan usaha petani, terutama ketika masa panen tiba dan hasil produksi mulai masuk ke pasar.
Kepastian penyerapan dapat memberi petani ruang untuk memperoleh harga yang lebih layak sekaligus mengurangi risiko hasil panen tidak terserap.
Di sisi lain, kualitas tembakau dan kebutuhan industri menjadi faktor penting agar produksi petani tetap memiliki daya saing dan sesuai dengan permintaan pasar.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan prospek penyerapan tembakau tahun ini dinilai masih cukup optimistis, dengan kualitas bahan baku yang baik, serapan tembakau diharapkan dapat maksimal hingga akhir musim panen.
Ia menyampaikan optimisme tersebut semakin kuat dengan mulai bergeraknya sejumlah pabrik rokok yang selama ini menjadi pembeli tembakau Jawa, beberapa di antaranya adalah Djarum, Wismilak, Sukun, Noyorono, Gadjah Baru, Ares, serta sejumlah pabrikan golongan III lainnya.
"Kalau kita lihat di beberapa daerah, satu kerajang tembakau itu bisa diperebutkan beberapa pedagang tembakau. Jadi saya masih optimistis tahun ini serapannya maksimal," katanya, di Temanggung, Minggu (6/9).
Menurut dia, karakteristik tembakau yang ditanam menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan pabrik. Penggunaan varietas tertentu dengan kadar gula yang lebih rendah hingga tanpa gula dinilai sangat mungkin dikembangkan.
"Sepanjang yang ditanam adalah varietas-varietas Jawa, kriteria campuran gula itu bisa berkurang, atau malah bisa nol. Saya yakin itu bisa terakomodasi," katanya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus didukung oleh konsistensi pabrik dalam melakukan pembelian sekaligus memberikan harga yang terbaik bagi petani. Kepastian pasar dan harga dinilai menjadi bagian penting agar petani tetap memiliki motivasi untuk menghasilkan tembakau berkualitas.
"Harapan saya tetap pabrik konsisten untuk memberikan harga yang terbaik untuk petani," katanya.
Di sisi lain, katanya, kualitas tembakau tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Mulai dari proses awal berupa pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga proses pengolahan tembakau, seluruh tahapan tersebut saling berkaitan dan turut menentukan kualitas bahan baku yang dihasilkan.
Karena itu, ia mendorong semakin banyak pabrik yang menggunakan dan menyerap tembakau berkualitas Jawa, termasuk tembakau yang berasal dari bibit Jawa serta memenuhi kriteria kebutuhan industri.
Ia menyampaikan, jika melihat kondisi bahan baku tahun ini, kualitas tembakau dinilai cukup baik. Namun, tantangan berikutnya berada pada proses pengolahan. Banyaknya tenaga kerja dan pengelola yang terlibat membuat penerapan teknik pengolahan di lapangan tidak selalu seragam.
Dengan dukungan kualitas bahan baku, bergeraknya pabrikan, serta harapan adanya harga pembelian yang baik, penyerapan tembakau tahun ini diharapkan dapat berjalan maksimal dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.
Ia menyebutkan, harga tembakau di pasaran tahun ini ada yang Rp350 ribu per kilogram untuk tembakau di grade E di Lamuk , di grade C dan D sekitar Rp65.000 sampai Rp80.000 per kilogram.
- Tembakau Temanggung
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.