- Home
-
- Luar Negeri
-
- Langkah Cerdik Irak, Boron...
Langkah Cerdik Irak, Borong Proyek Pipa Baru untuk Hindari Titik Buta Selat Hormuz
Minggu, 06 Sep 2026, 16:52 WIBISTANBUL - Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair, Sabtu (5/9) mengatakan Irak telah meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentah menjadi lebih dari 3 juta barel per hari (bpd) dan berencana meningkatkan menjadi 5 juta barel per hari seiring dengan pengembangan jalur ekspor baru yang tidak bergantung pada Selat Hormuz.
Khudair mengatakan kepada kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), bahwa ekspor minyak telah mencapai sekitar 3 juta barel per hari sejak awal September.
Ia mengatakan pemerintah ingin meningkatkan kapasitas tersebut menjadi 5 juta barel per hari setelah pembangunan pipa strategis yang menghubungkan ladang-ladang minyak Irak dengan Fishkhabur di utara dan Pelabuhan Banias di pesisir Mediterania Suriah selesai.
Baghdad juga berupaya memperluas jalur ekspor alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Bulan lalu, Perdana Menteri Ali Faleh al-Zeidi memerintahkan pengerjaan dua jalur pipa strategis, yakni Basra-Haditha-Fishkhabur dan Haditha-Banias.
Jalur utara akan menghubungkan ladang-ladang minyak di selatan dengan Fishkhabur di dekat perbatasan Turki, sehingga membuka akses ke jalur pipa Kirkuk-Ceyhan dan Pelabuhan Ceyhan di pesisir Mediterania (Laut Tengah) Turkiye.
Jalur barat akan menghubungkan Haditha dengan Pelabuhan Banias di Suriah, sehingga memberikan Irak jalur lain menuju kawasan Mediterania (Laut Tengah) dan berpotensi menghidupkan kembali koridor minyak bersejarah antara kedua negara.
Pemerintah mengatakan proyek tersebut bertujuan mendiversifikasi jalur ekspor dan memperkuat kapasitas Irak dalam mengirimkan minyak mentah ke luar negeri.
Irak memiliki sekitar 145 miliar barel cadangan minyak terbukti, berdasarkan data resmi. Produksi minyak Irak turun menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari selama perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari, dari sekitar 3,3 juta barel per hari sebelum konflik, sebelum mulai pulih pada Juli dan Agustus.
Upaya mencari jalur ekspor alternatif tersebut berlangsung di tengah gangguan yang masih terjadi di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Washington dan Teheran. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Gubernur Jatim Buka Ruang Sinergi Riset dengan ICMI Jatim
-
Dari Aktivitas Harian hingga Olahraga Ekstrem, Smartwatch Kian Multifungsi
-
WNA Russia Hilang di Tebing Tanjung Mebulu, Basarnas Bali Berangkatkan Tujuh Personel
-
Ketegangan Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Indonesia Naik 26 Persen
-
Saham-saham Anjlok, Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Kekhawatiran Inflasi
-
Glenn Victor Bagikan 3 Cara Manfaatkan ChatGPT agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten
-
Harga Diesel AS Melonjak 70 Persen, Trump Desak Eropa Buka Cadangan Strategis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.