- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bill Gates Peringatkan AI ...
Bill Gates Peringatkan AI Tak Terkendali Bisa Picu Satu Miliar Kematian
Minggu, 27 Sep 2026, 16:45 WIBMEDINA - Pendiri Microsoft dan filantropis Bill Gates memperingatkan, risiko pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang tidak terkendali. Ia bahkan mengatakan AI yang jatuh ke tangan pihak dengan niat jahat berpotensi memicu peristiwa yang menyebabkan hingga satu miliar kematian.
Peringatan tersebut disampaikan Gates dalam wawancara dengan Kristen Welker untuk program Meet the Press di NBC, Minggu, (27/9)
Dalam wawancara itu, Gates menyerukan keterlibatan pemerintah Amerika Serikat dalam mengawasi perkembangan teknologi AI. Menurut dia, perusahaan teknologi tidak dapat hanya mengandalkan mekanisme pengaturan secara mandiri.
âAnda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk ikut serta dalam diskusi tentang seperti apa bentuk pengamanan dan pengawasan,â kata Gates kepada Welker.
Ia menegaskan pengawasan tersebut perlu diwajibkan melalui regulasi.
âDan itu harus menjadi persyaratan wajib,â ujarnya.
Dari The Guardian, Gates mengakui regulasi kemungkinan akan menambah biaya bagi industri teknologi. Namun, ia menilai kewajiban tersebut tidak harus menghentikan atau memperlambat perkembangan AI secara drastis.
âIni akan menjadi sedikit biaya tambahan bagi industri â tetapi bukan perlambatan dramatis dari apa yang mereka lakukan,â kata Gates.
Dalam bagian lain wawancara, Gates menyampaikan peringatan yang lebih ekstrem mengenai potensi penyalahgunaan AI.
âCukup kuat untuk memicu peristiwa yang, Anda tahu, menyebabkan satu miliar kematian,â kata Gates ketika menggambarkan kemungkinan AI berada di tangan orang-orang dengan niat buruk.
Ia kemudian menambahkan bahwa belum pernah ada teknologi dengan kekuatan seperti itu yang dapat dikombinasikan dengan niat jahat manusia.
Pernyataan Gates sejalan dengan kekhawatiran yang dalam beberapa waktu terakhir disampaikan sejumlah tokoh teknologi dan politik mengenai risiko AI generatif dan pengembangan sistem AI yang semakin canggih.
Gates sendiri sebelumnya telah menulis esai panjang mengenai masa depan AI dan potensi risiko teknologi tersebut terhadap manusia. Dalam pandangannya, manfaat AI tetap sangat besar, tetapi perkembangan teknologi perlu disertai pengamanan dan pengawasan yang memadai.
Selain Gates, sejumlah tokoh industri teknologi juga pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai perkembangan AI yang terlalu cepat. Sam Altman dan Elon Musk termasuk di antara figur teknologi yang pernah menyerukan peningkatan pengawasan terhadap pengembangan AI.
Sejumlah pakar juga memperingatkan bahwa teknologi AI yang semakin kuat dapat disalahgunakan untuk memperbesar risiko dari ancaman yang sudah ada, termasuk senjata biologis, perang, serta operasi keamanan dan pengawasan berskala besar.
Di sisi lain, Microsoft, perusahaan yang didirikan Gates bersama Paul Allen, juga menghadapi kritik dari sejumlah karyawan dan kelompok aktivis terkait penggunaan teknologi AI dan komputasi awan dalam operasi militer serta penegakan hukum.
Namun, perdebatan mengenai risiko AI tidak mengubah pandangan Gates bahwa teknologi tersebut tetap memiliki potensi besar untuk membantu manusia.
Dalam wawancara dengan Welker, Gates juga ditanya apakah ada situasi dalam kehidupan pribadi maupun profesional ketika ia sengaja menghindari penggunaan AI.
Gates menjawab dengan nada bercanda bahwa ia tidak menggunakan AI untuk urusan hubungan pribadi.
âSaya tidak menggunakannya untuk hubungan pribadi saya. Saya tidak seperti: 'Hei, apakah kamu menyukaiku? Hei, apakah aku pria yang baik?'â ujar Gates.
Ia mengatakan tidak memiliki kebutuhan untuk menjadikan AI sebagai tempat mencari validasi pribadi karena merasa beruntung memiliki keluarga dan teman.
âSaya tidak bergaul dengan AI. AI tahu bahwa saya adalah orang yang sangat serius,â katanya sambil bercanda.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pembangunan Stasiun MRT Monas Gunakan Box Jacking, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027
-
Enam Pebalap Sepeda Indonesia Siap Hadapi Jalur Ekstrem Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Dari Riset NASA ke Indonesia, Celluma Dorong Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi
-
China Town Samarinda Dinilai Bisa Jadi Ikon Wisata Baru Kota Samarinda
-
Xi Jinping Ingin AI Kuasai Seluruh Medan Perang, Tiongkok Siapkan Mesin Perang Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.