Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Semprot Water Mist di 5 Wilayah

Minggu, 06 Sep 2026, 21:45 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyemprotan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta pada Minggu (6/9). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan water mist digunakan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat yang berada di udara. Upaya tersebut juga ditujukan untuk menjaga kualitas udara sekaligus melindungi kesehatan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyemprotan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta pada Minggu (6/9). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat," ujar Uus saat memimpin pelaksanaan water mist di sejumlah ruas jalan Jakarta.

Menurut Uus, secara geografis Jakarta berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau. Namun, Pemprov DKI tetap mengambil langkah antisipasi lebih awal setelah sebaran abu vulkanik dilaporkan dapat dirasakan hingga kawasan Monas.

"Sebaran abu vulkanik bisa kita rasakan sampai ke lokasi Monas. Karena itu, kami memilih melakukan langkah antisipasi sejak dini sambil terus memantau informasi dan perkembangan kondisi di lapangan," tuturnya.

Uus menegaskan penyemprotan water mist tidak berarti seluruh wilayah Jakarta telah terdampak abu vulkanik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya partikulat di udara.

"Ini adalah langkah antisipasi. Kami terus memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada," urainya.

Untuk menjalankan mitigasi tersebut, Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari sejumlah perangkat daerah. Armada yang dilibatkan berasal dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut).

Penyemprotan dilakukan di sejumlah koridor berdasarkan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan. Pelaksanaan water mist juga akan terus dievaluasi dan dilakukan selama masih diperlukan.

Kegiatan tersebut berlangsung secara paralel di lima wilayah Jakarta dengan menyasar sejumlah koridor utama. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penyemprotan antara lain Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin hingga Jenderal Sudirman.

Rincian sejumlah lokasi penyemprotan water mist di lima wilayah Jakarta meliputi:

  • Jakarta Utara: Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit.
  • Jakarta Pusat: Koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.
  • Jakarta Timur: Green Pramuka hingga UKI serta kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.
  • Jakarta Selatan: Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi.
  • Jakarta Barat: Sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan kawasan sekitarnya.

Dari sisi kesiapan armada, Gulkarmat DKI mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel.

Setiap dua unit water mist Gulkarmat memiliki kapasitas tangki sebesar 10.000 liter. Armada tersebut disiapkan untuk mendukung penyemprotan di titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi lapangan.

Sementara itu, DLH DKI Jakarta mengerahkan satu unit water mist mobile dengan kapasitas 1.000 liter. DLH juga menyiapkan dua unit tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Distamhut DKI Jakarta turut memperkuat pelaksanaan mitigasi dengan mengerahkan 77 tangki air. Sebanyak 144 personel dikerahkan untuk mendukung kegiatan penyemprotan di berbagai wilayah Jakarta.

Selain mengandalkan armada pemerintah, Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk ikut melakukan langkah mitigasi. Peran tersebut diharapkan dapat membantu pengendalian partikulat di lingkungan masing-masing.

Pemprov DKI juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebijakan dan langkah mitigasi pemerintah tetap mengacu pada informasi resmi serta kondisi aktual di lapangan.

Pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat juga terus dilakukan. Pemerintah akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Uus mengimbau masyarakat tetap tenang dalam menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.

"Pemprov Jakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Masyarakat tetap tenang, pemerintah tetap siaga," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.