Gebrakan Energi Hijau Prabowo! Nabire Dapat Alokasi PLTS 18 MWp
Sabtu, 05 Sep 2026, 17:09 WIBNABIRE - Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendapat alokasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 megawatt-peak (MWp) dalam program PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire Paulinus Mahuse di Nabire, Sabtu, mengatakan alokasi tersebut menjadi bagian dari program pembangunan PLTS dan BESS berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) se Indonesia yang diluncurkan di Bali pada 25 Agustus 2026.
âDi Nabire, untuk sistem di Nabire kita kebagian sekitar 18 MWp. Kemudian di empat kabupaten lainnya, yaitu Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, sekitar 45 MWp,â katanya.
Ia mengatakan, pembangunan PLTS di Nabire membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan karena pembangkit energi surya memerlukan area yang cukup luas.
Untuk kapasitas 18 MWp tersebut, PLN memperkirakan membutuhkan lahan sedikitnya 18 hektare dengan kebutuhan sekitar satu hektare untuk setiap PLTS dengan daya 1 MWp.
Namun, kebutuhan lahan tersebut tidak harus berada dalam satu lokasi. Penentuan lokasi dapat dilakukan di beberapa titik dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan sistem kelistrikan.
âKami akan mendorong kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten terkait dukungan untuk penyiapan lahan,â ujarnya.
Ia mengatakan, PLN mengupayakan pembangunan PLTS di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Papua Tengah karena kawasan tersebut masih memiliki ruang yang memungkinkan untuk pengembangan energi surya.
Menurutnya, pembangunan PLTS di kawasan tersebut juga dapat menjadi bagian dari konsep kawasan hijau sekaligus mendukung kebutuhan energi dalam pembangunan KIPP Papua Tengah.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik KIPP, kebutuhan daya diperkirakan mencapai sekitar 6 MW. PLN mengupayakan sumber listrik untuk kawasan tersebut dapat dipenuhi melalui kombinasi PLTS dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang saat ini tersedia.
Ia menjelaskan sistem kelistrikan Nabire saat ini memiliki kapasitas pembangkit sekitar 42,4 MW, sedangkan beban puncak mencapai sekitar 29,3 MW.
Sementara itu, alokasi PLTS untuk Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya sekitar 45 MWp akan dibangun tersebar di sejumlah kampung di empat kabupaten tersebut.
Ia mengatakan, penyediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan program tersebut sehingga PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar kebijakan nasional pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah.
- Energi Hijau
- Industri PLTS
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Peneliti BRIN Ungkap Potensi Pohon Aren Jadi Sumber Bioetanol Nasional, Mudah Diolah dan Berkelanjutan
-
Dedi Mulyadi Bikin Aturan Baru, Knalpot Brong Diganti Gratis di Pos Polisi bagi Pengendara Kurang Mampu
-
SpaceX Berhasil Uji Terbang Starship Pertama Sejak IPO
-
Polda Sumatera Utara Dalami Jaringan 113 Kilogram Sabu-sabu Lintas Provinsi
-
Pembangunan Jembatan Armco di Tombolopao Gowa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.