Demian Aditya Jadi Eksekutif Produser Film Memburu Pemangsa, Angkat Kisah Berdasarkan Kasus Nyata
Sabtu, 05 Sep 2026, 17:20 WIBJAKARTA - Demian Aditya turut terlibat sebagai salah satu eksekutif produser dalam film "Memburu Pemangsa" yang digarap Umay Shahab bersama tim. Keterlibatan tersebut membuat Demian tertarik karena film ini mengangkat cerita yang disebut bersumber dari kasus nyata dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas penelusuran fenomena supranatural yang selama ini dilakukannya.
Demian mengaku tertarik sejak mendengar penjelasan Umay mengenai cerita yang akan diangkat ke layar lebar. Menurutnya, berbagai kejadian dalam film tersebut tidak sekadar berasal dari imajinasi, melainkan memiliki dasar berupa data dan laporan yang nyata.
"Ya jadi ada satu hal yang menarik sebenarnya kenapa saya mau banget, karena dari cerita Umay itu sendiri. Semua yang dia jabarkan di film itu semua berdasarkan data yang memang bener-bener real ada," ujar Demian Aditya dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Demian mengatakan, kisah mengenai sosok pemangsa anak yang disebut bekerja sama dengan iblis dalam film tersebut juga memiliki dasar laporan. Ia menyebut terdapat data yang mendukung keberadaan cerita tersebut sehingga membuat proyek film ini semakin menarik baginya.
"Jadi memang ada ternyata yang memang dari laporannya sendiri pun mengatasnamakan bahwa dia bekerja sama dengan iblis. Dan itu semua ada datanya," kata Demian.
Kesamaan antara cerita dalam "Memburu Pemangsa" dan aktivitas penelusurannya menjadi salah satu alasan Demian bersedia terlibat dalam proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan penelusuran yang dilakukannya tidak hanya berorientasi pada penampakan hantu atau sosok supranatural, tetapi juga berusaha memahami persoalan yang dialami pihak terkait.
Dalam sejumlah penelusuran bersama istrinya, Sara Wijayanto, Demian mengaku kerap menemukan cerita yang berkaitan dengan korban yang telah meninggal dunia. Menurutnya, komunikasi dengan sosok korban menjadi salah satu bagian dari proses penelusuran yang mereka lakukan.
"Biasanya kalau di penelusurannya pas bareng sama istri saya itu, kita bertemu dengan korbannya yang sudah meninggal dunia, sosoknya berkomunikasi dengan Sara," ungkap Demian. Ia menilai pengalaman tersebut memiliki irisan dengan pesan yang ingin disampaikan melalui film "Memburu Pemangsa".
Demian juga berharap film tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memberikan perlindungan kepada anak. Baginya, pesan utama film bukan hanya menghadirkan cerita horor, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan anak.
"Misinya adalah kita memberikan awareness supaya kita untuk jaga anak-anak kita," terang Demian. Pesan tersebut diharapkan dapat membuat penonton melihat isu yang diangkat film dari sisi yang lebih luas.
Sementara itu, Umay Shahab mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Demian bermula ketika tim Demian menghubungi pihaknya. Umay melihat adanya kesamaan perspektif karena penelusuran Demian dan tim tidak sekadar menjadikan unsur horor sebagai tontonan.
"Karena dari yang aku tangkap dan aku lihat sendiri juga, setiap penelusuran yang dilakukan kan bukan hanya ingin menjual setannya aja gitu atau menjual hantu-hantunya aja," jelas Umay. Menurutnya, terdapat upaya untuk memahami persoalan yang berada di balik setiap kisah yang ditelusuri.
Umay berharap kolaborasi dengan Demian dapat terus berlanjut setelah film "Memburu Pemangsa" selesai. Ia bahkan berharap proyek tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang antara kedua pihak.
"Jadi pasti aku berharap bahwa ini bukan kolaborasi yang terakhir, tapi jadi kolaborasi yang pertama," tutur Umay. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peluang untuk menghadirkan proyek bersama lainnya di masa mendatang.
Film "Memburu Pemangsa" dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026. Film tersebut membawa kisah bernuansa horor yang berpijak pada kasus nyata sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya kewaspadaan dan perlindungan terhadap anak.
Selain proyek film tersebut, DMS+ turut memperkenalkan rencana pengembangan menuju 2027 melalui konsep "Wider, Higher, Bigger". Rencana tersebut mencakup pembukaan platform bagi lebih banyak kreator horor melalui konsep "Horrortainment" serta pengembangan konten horor vertikal untuk TikTok, Reels, dan Shorts.
DMS+ juga menyiapkan sejumlah pengembangan lain, seperti Creator Room dan My Movie. Platform tersebut menargetkan produksi 1.000 judul konten vertikal berbasis AI serta membangun sistem pengelolaan hak cipta melalui IP Management.
Pengembangan ekosistem tersebut akan dilanjutkan dengan penguatan kolaborasi bersama mitra di sektor teknologi dan industri film. Langkah ini menjadi bagian dari upaya DMS+ memperluas ekosistem konten horor sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan lebih banyak kreator dan pelaku industri.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Sukses di Mancanegara, Film "Solata" Kembali ke Indonesia, Kisahkan Realitas Pendidikan di Tana Toraja
-
Ini yang Dilakukan UT untuk Bisa Menjadi Universitas Tingkat Dunia
-
Krisis Ceuta Picu Konflik, Spanyol Berlakukan Kontrol Perbatasan terhadap Italia
-
Genjot Produksi, Kementan Kenalkan Inovasi Pertanian Modern
-
Industri Gim Indonesia Bakal Makin Ngebut, Kemkomdigi Andalkan Strategi 3C
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.