Tegas! Wali Kota Bogor Dedie Rachim Ungkap Syarat Mutlak Jadi Warga Bogor yang Sejati

Minggu, 04 Okt 2026, 19:26 WIB

KOTA BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dan saling menghargai sejak dini guna membentuk karakter masyarakat yang mampu menjaga kedamaian kota. 

"Karakter Kota Bogor itu adalah orang-orang yang punya toleransi tinggi, yang bisa saling menghargai. Siapa pun yang ada di Kota Bogor terjaga, aman, damai, bahkan sejahtera," kata Dedie di Bogor, Sabtu.

Ket. Foto: Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkot Bogor

Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri open house Together for The Future bertema "Great Futures Begin with Great Partnership" di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan.

Menurut dia, pendidikan yang ditempuh seseorang pada akhirnya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter.

Ia mengatakan manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri sehingga perlu belajar hidup berdampingan dengan saling menghormati, menghargai, menyayangi, menolong, dan bergotong royong.

Pemkot Bogor, kata Dedie, terus berupaya memperkuat nilai toleransi melalui berbagai kegiatan masyarakat agar kehidupan di Kota Bogor tetap berlangsung aman dan damai.

"Ujung-ujungnya bagaimana kemudian kita bisa membangun kota kita sebagai tempat untuk kita melaksanakan kehidupan dari pagi sampai pagi lagi secara aman, damai," ujarnya.

Dedie mengapresiasi Sekolah Kristen Tunas Harapan yang membuka kegiatan tersebut bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

"Kebetulan hari ini Sekolah Kristen Tunas Harapan membuka kesempatan kepada semua warga Kota Bogor untuk tampil, tanpa terkecuali," kata Dedie.

Ia juga menilai pendidikan tidak harus selalu ditempuh di sekolah negeri. Dedie menceritakan pengalamannya mengenyam pendidikan di sekolah swasta atau yayasan sebagai contoh bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita.

Menurut dia, harapan dan cita-cita dapat diwujudkan dengan usaha serta kemampuan membangun jejaring dan reputasi yang baik di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tunas Harapan Daniel Yosafat mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang perlombaan dan pertunjukan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kesempatan bagi masyarakat.

"Kami percaya bahwa hari ini bukan saja untuk perlombaan, tetapi juga sama seperti Kota Bogor sebagai rumah dan tempat bagi pendidikan untuk tumbuh, berkembang, maju serta berkarakter," kata Daniel.

Kegiatan open house tersebut juga menampilkan berbagai potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Kota Bogor serta pertunjukan seni dan kreasi sebagai ruang kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. 

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.