Festival Rakyat Bukan Sekadar Hiburan, Gubernur Banten Bidik Perputaran Ekonomi dari Bawah

Jumat, 04 Sep 2026, 18:55 WIB

TANGERANG – Festival rakyat bukan sekadar ruang hiburan dan perayaan budaya, tetapi juga dapat menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Ketika masyarakat berkumpul, transaksi ikut meningkat dan membuka peluang bagi UMKM, pedagang, pelaku kuliner, transportasi hingga jasa lainnya.

Efeknya bahkan dapat meluas menjadi multiplier effect bagi ekonomi daerah. Karena itu, festival yang dirancang dengan melibatkan pelaku usaha lokal bukan hanya menghadirkan keramaian sesaat, tetapi juga bisa menjadi ruang promosi, memperluas pasar dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Ket. Foto: Ilusrasi - Pelajar mengenakan kostum kreasi milenial saat mengikuti Festival Budaya Surosowan di Serang, Banten. — Sumber: ANTARA/ Asep Fathulrahman.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pasar malam atau festival rakyat menjadi ajang untuk mempertemukan masyarakat dengan para pengusaha serta mendukung UMKM untuk berkembang sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat.

​“Pesta rakyat pada pasar malam turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Menggerakkan perekonomian itu harus dari bawah,” ujar dia usai melakukan pertemuan dengan Komunikasi Pengusaha Jaya Bersama (KPJB) Ciledug di Tangerang, Jumat (4/9).

Andra mengatakan Pesta Rakyat Ciledug 2026 rencananya digelar selama dua hari pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Alun-Alun Ciledug, Kota Tangerang.

Ia juga mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen untuk terus mendorong pergerakan ekonomi daerah untuk mencapai Banten maju. Pergerakan ekonomi fundamental yang harus terus digerakkan itu salah satunya para pelaku UMKM.

"Oleh karena itu, kebijakan pemerintah terus dioptimalkan dalam rangka mencapai tujuan peningkatan perekonomian dan masyarakat yang lebih sejahtera," katanya.

​Menurut Gubernur Andra, tolok ukur kemajuan sebuah daerah dapat dilihat dari tiga elemen utama yakni pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi warga, alun-alun sebagai ruang interaksi sosial, dan pendopo sebagai representasi pusat pemerintahan.

​Wilayah Ciledug, katanya, memiliki potensi ekonomi yang sangat besar untuk terus berkembang. Sebagai daerah perbatasan sekaligus penyangga Ibu Kota Jakarta yang masuk dalam wilayah Kota Tangerang, Ciledug mencatatkan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup tinggi.

​“Saya mendukung penuh penyelenggaraan Festival Rakyat Ciledug 2026. Di pasar malam ada UMKM, musik, dan sarana penyaluran hobi masyarakat. Musik dan hiburan menjadi daya tarik agar masyarakat datang. Ketika mereka dipertemukan dengan para pedagang, di situlah roda perekonomian berputar dan hidup,” ujar dia.

​Ketua KPJB Wawan Gunawan mengatakan Festival Rakyat Ciledug 2026 digagas untuk mempererat interaksi sosial masyarakat Ciledug dan sekitarnya.

​“Melalui acara yang akan dilaksanakan di Alun-Alun Ciledug ini, kami berharap dapat terjalin silaturahmi antarwarga sehingga menciptakan suasana masyarakat yang rukun dan kondusif,” kata Wawan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.