- Home
-
- Luar Negeri
-
- USS Abraham Lincoln Tiba d...
USS Abraham Lincoln Tiba di Thailand, Pelaut Angkatan Laut AS akan Nikmati Keindahan Pattaya
Kamis, 03 Sep 2026, 00:00 WIBBANGKOK - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Chonburi, Thailand, Rabu (2/9), setelah menjalani penugasan di laut selama lebih dari 270 hari.
Dari The Guardian, sekitar 5.000 awak kapal berada di dalam USS Abraham Lincoln. Kedatangan mereka di Thailand menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul laporan mengenai memburuknya kondisi tempat tinggal di kapal serta masalah kesehatan mental akibat penugasan yang berlangsung panjang.
Sejumlah laporan juga menyebut adanya upaya bunuh diri di tengah masa penugasan. Kondisi tersebut memicu sorotan terhadap dampak pengerahan kapal perang AS dalam konflik di Timur Tengah.
USS Abraham Lincoln meninggalkan California pada November 2025 untuk menjalankan tugas di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Kapal kemudian dialihkan menuju Timur Tengah menjelang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai sekitar enam bulan lalu.
Setelah tiba di Thailand, pengamanan diperketat di sekitar Laem Chabang dan Pattaya. Para awak kapal dijadwalkan turun secara bertahap dalam kelompok-kelompok kecil sebelum menikmati masa istirahat di kawasan wisata tersebut.
Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches mengatakan pemerintah setempat telah menyiapkan bus untuk mengangkut para pelaut dari kapal menuju Pattaya hingga USS Abraham Lincoln meninggalkan Thailand pada Minggu.
Pattaya bukan lokasi yang asing bagi personel militer Amerika Serikat. Kota tersebut berkembang menjadi tujuan rekreasi bagi tentara AS sejak era Perang Vietnam ketika pasukan Amerika menggunakan sejumlah fasilitas militer di Thailand.
Pipatpong Fakfare, profesor madya bidang pariwisata di Universitas Bangkok, mengatakan kehadiran militer AS pada masa itu memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Pattaya.
"Menurut saya, itu benar-benar pengaruh pendiri bagi kota ini. Militer AS mengubah desa nelayan yang tenang menjadi destinasi global untuk kehidupan malam dan pusat hiburan internasional dalam waktu sekitar 15 tahun," katanya.
Puluhan ribu personel militer AS pernah datang ke Pattaya setiap tahun pada periode tersebut. Meskipun pasukan Amerika meninggalkan Thailand pada pertengahan 1970-an, industri pariwisata dan hiburan malam di kota itu terus berkembang.
Saat ini Pattaya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama Thailand, dengan pantai, pusat hiburan, pusat perbelanjaan, serta berbagai tempat wisata religi.
Pemerintah kota menyatakan aspek keamanan menjadi perhatian utama selama kunjungan para awak USS Abraham Lincoln. Polisi Pattaya juga telah melakukan sejumlah penertiban menjelang kedatangan kapal tersebut.
Sebanyak 25 perempuan ditangkap polisi karena diduga menjajakan diri di sepanjang kawasan tepi pantai sekitar satu pekan sebelum kapal tiba. Pemerintah kota membantah penertiban tersebut secara khusus berkaitan dengan kedatangan personel militer AS.
Di salah satu kawasan hiburan, bahkan terlihat papan bertuliskan, "Selamat datang seluruh personel militer AS. Terima kasih atas pengabdian Anda."
Wali Kota Poramase mengatakan pemerintah juga meminta para pelaku usaha memberikan harga yang wajar kepada para pelaut.
"Mereka datang untuk bersantai. Persiapan kami akan fokus pada keselamatan dan memastikan harga yang adil, sehingga kami tidak mengambil keuntungan dari mereka," ujarnya.
Para pelaut USS Abraham Lincoln dijadwalkan menghabiskan beberapa hari di Thailand sebelum kapal meninggalkan Laem Chabang. Sementara itu, perhatian terhadap kondisi awak kapal tetap muncul setelah penugasan panjang selama lebih dari sembilan bulan di laut.
- Kapal Induk AS
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.