Prabowo Buka Jalan Dagang ke 290 Juta Konsumen Lewat FTA Indonesia-EAEU
Kamis, 03 Sep 2026, 16:15 WIBJakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan membuka akses pasar bagi produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
Sebaliknya, perjanjian tersebut juga memberikan akses bagi produsen Indonesia ke lima negara anggota EAEU, yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.
"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) waktu setempat, sebagaimana dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden di Jakarta.
Menurut Prabowo, FTA Indonesia-EAEU telah ditandatangani di St. Petersburg, Rusia, pada 21 Desember 2025.
Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.
Presiden Prabowo menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia dapat meningkat hingga dua kali lipat dalam periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU.
Menurut dia, target tersebut dapat didorong oleh karakteristik perekonomian kedua negara yang saling melengkapi serta rencana mulai berlakunya FTA pada awal 2027.
"Di Forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas: menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU," katanya.
Prabowo juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha Eurasia menuju pasar ASEAN.
Hal itu didukung oleh posisi Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan ASEAN sekaligus salah satu pusat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Karena itu, Prabowo menegaskan Indonesia ingin FTA Indonesia-EAEU segera berlaku dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha setelah proses pertukaran notifikasi selesai.
Ia juga menyerukan negara-negara anggota EAEU untuk segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar implementasi perjanjian tersebut dapat berjalan sesuai target.
Sementara itu, delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam EEF ke-11 disebut mulai mempersiapkan langkah konkret untuk memanfaatkan peluang perdagangan dari perjanjian tersebut.
Persiapan tersebut mencakup rencana pengiriman perdana, pencarian pembeli, kepastian logistik, hingga penyelesaian mekanisme pembayaran.
Dengan implementasi FTA Indonesia-EAEU, pemerintah berharap akses pasar yang lebih luas dapat mendorong peningkatan perdagangan sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Eurasia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Adhiguna Kuncoro, Satu-satunya Peneliti Indonesia di Google DeepMind! dari Gagal di Kuliah hingga Kembangkan AI Dunia
-
BRI Life Bayarkan Klaim dan Manfaat Asuransi kepada Nasabah Senilai 2,85 Triliun
-
Tiongkok Meluncurkan Uji Coba Perdagangan Bebas Senilai $113 Miliar di Pulau Hainan
-
Lindungi Hak Awak Kapal Perikanan, KKP Dukung Ratifikasi ILO 188
-
Garap Laut Dalam, PHE Bidik Cadangan Baru untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.