Di Balik Langkah Kecil Matikan Lampu: Asa Sulteng Sambut Energi Bersih Masa Depan
Kamis, 03 Sep 2026, 02:05 WIBPALU -Â Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta gerakan hemat energi nasional, Kamis (3/9).
Langkah ini ditempuh guna mengoptimalkan potensi besar sumber daya alam Sulawesi Tengah sekaligus mendukung pencapaian target EBT nasional menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.
"Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan mineral cukup besar untuk dimanfaatkan dalam menunjang pengembangan EBT di tanah air untuk masa depan," katanya dalam kegiatan sosialisasi hemat energi diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Palu, Rabu.
Ia mengemukakan energi terbarukan memberikan manfaat yang luas bagi kehidupan, di samping ramah lingkungan juga bisa dipulihkan secara alami.
Selain itu, manfaat lain dari dari penggunaan EBT menyediakan sumber daya energi bersih yang tidak akan habis dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.
"Kami di daerah tentu mendukung langkah pemerintah pusat meningkatkan energi bersih sebagaimana target capaian EBT nasional 30 persen pada tahun 2034 menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060," ujarnya.
Meski energi terbarukan tidak memiliki batasan namun hal paling mendasar yang harus dilakukan saat ini adalah membangun kesadaran bersama untuk melakukan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.
âSosialisasi ini menjadi penting dan strategis bagi kehidupan kita, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kalau kita berhemat hari ini, sama halnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan,â ujarnya.
Ia berharap, para kepala daerah, bupati/wali kota yang hadir, dapat menjadi duta hemat energi dan mengambil peran dalam menyosialisasikan pentingnya penghematan energi kepada masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
âHal-hal kecil sangat penting untuk kita lakukan, misalnya mematikan lampu yang tidak digunakan. Lampu yang kita gunakan itu membutuhkan energi, maka kebiasaan sederhana seperti ini harus terus dibangun,â ucapnya.
Ia menekankan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan sosialisasi, melainkan harus memberikan manfaat nyata dan berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran.
Sri Suparni Bahlil, salah satu pengurus Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), mengajak seluruh peserta untuk menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup.
âMari jadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup kita. Hemat energi dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian kita,â kata dia.
Lewat kegiatan itu masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa upaya penghematan energi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
- pemprov sulteng
- hemat energi
- energi bersih
- ebt sulteng
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Resmi, Seluruh Semesta The Walking Dead Bakal Hadir di Netflix Mulai 2027
-
BMKG: Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan dari Pagi hingga Malam, Suhu Udara 25-34 Derajat Celsius
-
ILC Adopsi Standar Baru untuk Pekerja Platform, Menaker: Pelindungan dan Inovasi Tak Boleh Dipisahkan.
-
Pemerintah Perpanjang Stimulus Ekonomi, Bantuan Pangan dan Diskon Transportasi Berlanjut
-
Prancis Vs Maroko: Les Bleus Berada dalam Ancaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.