Pertamina UMK Academy 2026: Animo Masyarakat Tinggi, Pendaftar Tembus 4.000 Pelaku Usaha!

Rabu, 02 Sep 2026, 02:47 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat sebanyak 4.000 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dari berbagai wilayah Indonesia mendaftar ajang Pertamina UMK Academy 2026 selama periode pendaftaran 21-31 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9), mengatakan jumlah pendaftar ini mencerminkan antusias para pelaku usaha lokal mengikuti program pembinaan unggulan perusahaan ini.

Ket. Foto: Ajang Pertamina UMK Academy 2025. — Sumber: ANTARA/HO-PT Pertamina

“Antusias pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya,” ujar Baron.

UMK yang telah mendaftar selanjutnya akan dikurasi dan dilakukan verifikasi administrasi, sesuai persyaratan yang telah ditentukan, untuk menentukan UMK yang berhak menjadi peserta pada rangkaian pembinaan Pertamina UMK Academy 2026.

Pertamina UMK Academy merupakan program pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dengan dua tahap pembinaan, yaitu regional dan nasional.

Pada pembinaan tahap regional, peserta akan diberi materi dan praktik untuk penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha.

Selama pelaksanaan pembinaan tahap regional, peserta akan dipantau keaktifan dan perkembangan nya secara kontinu oleh tim akselerator dan tim mentor.

Perkembangan para peserta juga akan dinilai secara berkala untuk nanti menjadi pertimbangan dalam mengurasi UMK yang berhak melanjutkan pembinaan ke tahap nasional.

UMK yang lolos ke pembinaan tahap nasional akan mendapatkan pembelajaran dan pendampingan yang lebih insentif berdasarkan empat kelas Go yakni Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

Peserta pembinaan tahap nasional akan mendapatkan dua materi khusus yaitu Go Green dan Go Aggregator.

“Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur,” tambah Baron.

Selama enam tahun pelaksanaan program, Pertamina UMK Academy telah mendampingi ribuan pelaku UMK untuk belajar, bertumbuh, dan naik kelas.

Rangkaian Program Pertamina UMK Academy mencakup pelatihan, tantangan/games, praktik pemasaran, pendampingan, coaching, penguatan legalitas/sertifikasi dan fasilitas perluasan akses pasar.

Bagi peserta yang menjadi juara atau champion pembinaan tahap nasional akan memperoleh tambahan fasilitas berupa dukungan teknologi/alat produksi dengan nilai total hingga ratusan juta rupiah.

Lidya SP, pemilik Besolek sekaligus juara I kelas Go Modern Pertamina UMK Academy 2025, mengatakan setelah mengikuti rangkaian pembinaan, dirinya mampu membenahi tata kelola produksi dan keuangan, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan praktik zero waste, serta mengelola pemasaran digital secara lebih konsisten.

“Pertamina berharap program UMK Academy 2026 melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, mampu memperluas pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” sebut Baron. Ant

  • Pertamina UMK Academy 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.