Kroasia Ingin Balas Kekalahan Atas Spanyol

Selasa, 06 Okt 2026, 06:52 WIB

SPLIT, KROASIA - Spanyol dan Kroasia kembali berhadapan dalam laga keempat UEFA Nations League 2026-27 League A Grup A3, Rabu (7/10) dini hari WIB. Laga di Stadion Poljud, Split, Kroasia ini mempertemukan dua tim dengan kondisi yang berlawanan. Spanyol datang dengan produktivitas dan rekor yang mengagumkan. Sedangkan Kroasia berusaha bangkit setelah menelan kekalahan paling telak sepanjang sejarah mereka.

Grup A3 dihuni Spanyol, Kroasia, Inggris, dan Ceko. Setelah tiga pertandingan, Spanyol memimpin klasemen dengan enam poin, disusul Inggris dan Kroasia yang sama-sama mengoleksi tiga poin. Sedangkan Ceko berada di posisi terbawah tanpa poin.

Ket. Foto: Penyerang Spanyol bernomor punggung 17, Nico Williams, dan penyerang Kroasia bernomor punggung 19, Marco Pasalic, berebut bola dalam pertandingan sepak bola fase grup A3 UEFA Nations League antara Spanyol dan Kroasia di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, pada 29 September 2026. — Sumber: JORGE GUERRERO / AFP

Pertemuan di Split juga menjadi laga kedua mereka dalam fase grup. Pada tanggal 29 September lalu, Spanyol mengalahkan Kroasia 4-1. Hasil itu memperpanjang dominasi La Roja atas Kroasia menjadi empat kemenangan beruntun. Namun, persoalan Kroasia jauh lebih besar daripada sekadar kekalahan dari Spanyol.

Tiga hari setelah dihajar Spanyol, Kroasia kembali dipermalukan Inggris. Bermain di Stadion HNK Rijeka, Kroasia takluk 0-7 melalui dua gol Harry Kane, dua gol Bukayo Saka, serta masing-masing satu gol Morgan Rogers, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon. Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah tim nasional putra Kroasia.

Bencana itu sekaligus memperlihatkan rapuhnya pertahanan Kroasia. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka kebobolan 11 gol. Setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Spanyol, Kroasia kemudian dihancurkan Inggris 0-7.

Kapten Luka Modric bahkan mengakui rasa malu setelah kekalahan tersebut. Menurutnya, masalah bukan semata-mata kalah dari lawan yang lebih kuat, melainkan cara Kroasia menyerah tanpa agresivitas, kekompakan, dan intensitas yang seharusnya menjadi identitas mereka.

Kini, tekanan berada di pundak pelatih Slaven Bilic. Dia harus menemukan respons cepat karena Spanyol bukan lawan yang mudah diberi kesempatan untuk menguasai pertandingan. “Kami harus bertanggung jawab. Kekalahan seperti ini tidak boleh menjadi sesuatu yang kami terima begitu saja. Kami harus menunjukkan masih memiliki karakter dan mampu merespons,” ujar Bilic.

Sebaliknya, Spanyol sedang berada dalam momentum yang hampir sempurna. La Roja telah memenangkan tiga pertandingan beruntun di Grup A3. Setelah mengalahkan Inggris 3-2 pada matchday pertama dan Kroasia 4-1 pada matchday kedua, Spanyol kembali menang 3-1 atas Ceko pada tanggal 3 Oktober.

Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rentetan tidak terkalahkan Spanyol menjadi 41 pertandingan di semua kompetisi. Sepuluh pertandingan terakhir mereka seluruhnya berakhir dengan kemenangan. Rekor tersebut memperlihatkan bahwa Spanyol bukan hanya produktif, tetapi juga memiliki konsistensi yang membuat mereka sulit dihentikan.

Pelatih Luis de la Fuente tentu tidak ingin momentum tersebut terputus di Split. Dia menghormati Kroasia karena memiliki pemain berpengalaman dan karakter yang kuat. Luis tahu mereka akan memberikan reaksi setelah hasil buruk. Karena itu, dia harus tetap fokus, bermain dengan identitas dan menunjukkan intensitas sejak menit pertama.

Kondisi Tim

Kroasia tidak mendapat tambahan masalah cedera setelah kekalahan dari Inggris. Namun, Luka Vuskovic, Marco Pasalic, Josip Misic, Petar Sucic, dan Martin Pongracic berada dalam ancaman skorsing.

Pongracic juga tidak masuk skuad ketika menghadapi Inggris, bersama Lovro Majer, Ante Budimir, dan Dion Drena Beljo. Buruknya penampilan Kroasia membuka kemungkinan bagi Bilic untuk mengubah komposisi tim.

Luka Modric menjadi pengecualian. Kapten yang ditarik sebelum pertandingan melawan Inggris memasuki satu jam, diperkirakan kembali menjadi figur sentral. Pertandingan ini berpotensi menjadi penampilan ke-206 Modric bersama Kroasia.

Di kubu Spanyol, De la Fuente memiliki keleluasaan lebih besar melakukan rotasi. Lamine Yamal dan Alex Baena ditarik pada babak pertama ketika melawan Ceko, tetapi keputusan tersebut bersifat taktis dan bukan karena cedera. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Kroasia 4-2-3-1

Livakovic

Smolcic, Sutalo, Vuskovic, Gvardiol

Modric, Kovacic

Ivanovic, Mario Pasalic, Vlasic

Matanovic

Spanyol 4-3-3

Simon

Fresneda, Cubarsi, Huijsen, Cucurella

Lopez, Zubimendi, Pedri

Yamal, Oyarzabal, Munoz

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.