Klub-Klub Liga Inggris Pecahkan Rekor Lagi, Belanja Tembus 77 Triliun Rupiah di Bursa Transfer Musim Panas
Rabu, 02 Sep 2026, 09:38 WIBLONDON â Klub-klub Premier League (Liga Inggris) kembali menunjukkan kekuatan finansial mereka di bursa transfer musim panas. Untuk kali kedua secara beruntun, total belanja 20 klub kasta tertinggi Inggris memecahkan rekor sepanjang sejarah.
Kepindahan penyerang Everton, Iliman Ndiaye, ke Manchester City dengan nilai yang dilaporkan mencapai 65 juta pound atau sekitar 1,57 triliun rupiah membuat total pengeluaran klub-klub Premier League menembus angka fantastis 3,198 miliar pound atau sekitar 77,3 triliun rupiah.
Angka tersebut bahkan masih berpotensi bertambah karena sejumlah transfer belum selesai pada jam-jam terakhir penutupan bursa.
Rekor baru ini sekaligus mempertegas dominasi finansial Premier League atas kompetisi elite Eropa lainnya. Musim panas lalu, untuk pertama kalinya total belanja klub-klub Premier League menembus angka 3 miliar pound.
Sebagai perbandingan, lima tahun lalu total pengeluaran klub Premier League hanya sekitar 1,13 miliar pound atau 27,3 triliun rupiah.
Artinya, dalam kurun lima tahun, belanja transfer klub-klub Inggris meningkat hampir tiga kali lipat.
Tiga Transfer Fantastis
Sebagian besar lonjakan tersebut terlihat dari nilai transfer pemain-pemain papan atas.
Tiga pemain saja menghasilkan total transaksi sekitar 333 juta pound atau 8,05 triliun rupiah.
Manchester City merekrut gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, dengan nilai 116 juta pound atau sekitar 2,80 triliun rupiah.
Chelsea kemudian membayar 117 juta pound atau 2,83 triliun rupiah untuk mendapatkan Morgan Rogers dari Aston Villa.
Tottenham Hotspur juga memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Sandro Tonali dari Newcastle United. Nilai transfernya dapat mencapai 100 juta pound atau sekitar 2,42 triliun rupiah.
Liverpool kemudian ikut meramaikan pesta belanja. Pada Senin, The Reds sepakat membayar 107 juta pound atau sekitar 2,59 triliun rupiah kepada Paris Saint-Germain untuk mendapatkan winger Prancis Bradley Barcola.
Nilai transfer tersebut berpotensi meningkat menjadi 123 juta pound atau sekitar 2,97 triliun rupiah jika seluruh klausul tambahan terpenuhi.
Menariknya, tiga dari 11 transfer termahal sepanjang sejarah sepak bola dunia terjadi pada musim panas ini. Anderson, Rogers, dan Barcola masuk dalam daftar tersebut.
Premier League Jauh Tinggalkan Eropa
Besarnya daya beli klub-klub Inggris terlihat semakin mencolok jika dibandingkan dengan rival mereka di liga-liga top Eropa.
Hanya dua transfer di luar Premier League yang dilaporkan menembus angka 60 juta pound pada bursa musim panas ini, yakni Yan Diomande dari RB Leipzig ke Real Madrid dan Anthony Gordon dari Newcastle United ke Barcelona.
Bahkan klub yang baru promosi ke Premier League, Ipswich Town, dilaporkan menghabiskan lebih banyak uang untuk memperkuat skuad dibandingkan Barcelona, AC Milan, dan Juventus.
Fenomena tersebut menunjukkan betapa besarnya kesenjangan finansial yang kini dimiliki Premier League dibandingkan sejumlah liga besar Eropa.
Pesta belanja belum berhenti hingga hari terakhir bursa. Aston Villa mengumumkan perekrutan ke-11 mereka musim panas ini dengan mendatangkan winger Senegal Ibrahim Mbaye dari PSG senilai 47 juta pound atau sekitar 1,14 triliun rupiah.
Newcastle United juga mengeluarkan 51,4 juta pound atau sekitar 1,24 triliun rupiah untuk merekrut penyerang Matias Fernandez-Pardo dari Lille.
Salah satu tren menarik lainnya adalah semakin tingginya aktivitas transfer antarklub Premier League.
Sekitar 38 persen transfer terjadi di antara klub-klub Premier League. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan musim panas lalu yang berada di kisaran 30 persen.
Kondisi itu menunjukkan bahwa klub Inggris tidak hanya memiliki kekuatan finansial untuk membeli pemain dari luar negeri, tetapi juga semakin aktif melakukan transaksi di antara mereka sendiri.
Chelsea menjadi klub dengan pengeluaran terbesar pada bursa musim panas ini.
Di bawah pelatih baru Xabi Alonso, The Blues menggelontorkan sekitar 347 juta pound atau 8,39 triliun rupiah untuk mendatangkan sejumlah pemain.
Manchester City dan Tottenham Hotspur juga berada di jajaran teratas klub paling royal.
Tottenham menghabiskan sekitar £303 juta atau Rp7,32 triliun dalam upaya membangun kembali skuad setelah dua musim berturut-turut berada dalam ancaman serius di papan bawah.
Sementara itu, tiga klub promosi, Ipswich Town, Coventry City, dan Hull City, secara keseluruhan menghabiskan lebih dari 400 juta pound atau sekitar 9,67 triliun rupiah untuk mempersiapkan diri menghadapi kerasnya persaingan kasta tertinggi.
Data tersebut, menurut Transfermarkt, kembali memperlihatkan satu fakta penting: Premier League kini bukan hanya liga paling kompetitif di Eropa, tetapi juga menjadi pasar transfer dengan kekuatan finansial yang sulit ditandingi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir sebelum Hadapi Serangan Mematikan AS
-
Ubah Balap Liar Jadi Cuan UMKM! Pemkab Sleman Siapkan Event Dragbike Spektakuler
-
Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman
-
Paus Leo XIV Soroti Krisis Ceuta, Spanyol Desak Solidaritas Uni Eropa
-
Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.