Kemarau 2026 Makin Kering, Lombok Tengah Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Rabu, 02 Sep 2026, 13:40 WIBLombok Tengah -Â Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menetapkan status siaga darurat kekeringan menjelang puncak musim kemarau 2026.
"Status kekeringan Lombok Tengah saat ini masih siaga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Ma'ruf di Lombok Tengah, Rabu (2/9).
Ridwan mengatakan kondisi kekeringan mulai membuat masyarakat mengajukan permintaan bantuan air bersih. Namun, kondisi tersebut belum ditetapkan sebagai status darurat dan masih berada pada level siaga darurat kekeringan.
"Meski banyak yang meminta air bersih namun tidak seperti tahun lalu yang jumlah masyarakat meminta air bersih yang tinggi," ujarnya.
Berdasarkan data sementara BPBD, kekeringan telah berdampak pada sekitar lima kecamatan, di antaranya Praya Timur, Jonggat, Praya Barat, dan Praya Barat Daya.
Sejumlah desa di kecamatan lainnya juga mulai mengajukan permintaan bantuan air bersih. Namun, wilayah yang paling banyak membutuhkan pasokan air berada di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat.
"Ada beberapa desa di kecamatan lainnya juga meminta air bersih ke kita, tapi yang paling parah dan banyak meminta bantuan air bersih memang di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat," katanya.
Ridwan mengatakan permintaan air bersih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk keperluan kegiatan tertentu, seperti pesta pernikahan dan acara lainnya.
BPBD Lombok Tengah memastikan tetap menyalurkan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Hingga sekarang sudah sekitar 75 tangki sudah kita suplai. Kalau melihat tren pada bulan yang sama dengan tahun yang berbeda, memang tahun ini permintaan air bersih jauh menurun karena kalau tahun lalu di bulan yang sama dengan tahun ini sudah sampai ratusan tangki," ujarnya.
Ia memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat masih aman. BPBD juga siap menambah penyaluran apabila permintaan meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.
Kekeringan Meteorologis
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di NTB berstatus awas kekeringan meteorologis seiring periode hari tanpa hujan (HTH) yang semakin panjang.
"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Senin.
Sembilan daerah tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima. Kondisi awas kekeringan tersebut mencakup total 38 kecamatan.
BMKG mencatat periode HTH secara umum berada pada kategori sangat panjang, yakni 31-60 hari, hingga kategori kekeringan ekstrem dengan HTH lebih dari 60 hari.
HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, yang mencapai 105 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DIY Kembali Kirim Bantuan Kesehatan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
-
Menkeu: Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik
-
Mengagetkan Temuan Ini, Ada 13.297 Suspek Kusta dalam Cek Kesehatan Gratis 2026
-
Dukung Iklim Investasi dan Pariwisata, Imigrasi Maluku Perkuat Pengawasan
-
Menteri LH: Sampah Bantargebang 8.000 Ton/Hari, Warga Jakarta Harus Ubah Cara Kelola Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.