Sempat Gugup, Pegula Lolos ke Putaran Kedua
Selasa, 01 Sep 2026, 06:16 WIBNEW YORK - Petenis Amerika Serikat Jessica Pegula membuka US Open 2026 dengan kemenangan yang secara angka tampak meyakinkan, tetapi menyimpan cerita berbeda di baliknya. Petenis peringkat tiga dunia itu harus lebih dulu menaklukkan kegugupan sebelum menundukkan wakil Rumania Elena-Gabriela Ruse 6-3 6-2 di Arthur Ashe Stadium, Senin (31/8) dini hari WIB.
Pegula memang mengendalikan pertandingan sejak awal. Dia mematahkan servis Ruse dua kali pada setiap set. Namun, ketegangan terlihat jelas dalam permainan petenis Amerika Serikat tersebut, terutama pada set pertama ketika berkali-kali gagal memanfaatkan peluang.
Dari 14 break point yang diperolehnya di set pembuka, Pegula hanya mampu mengonversi dua. Sebaliknya, dia cukup tenang ketika mendapat tekanan. Satu-satunya break point milik Ruse berhasil diselamatkan. âSaya sangat gugup kali ini. Selalu begitu pada babak pertama Grand Slam,â ujar Pegula usai pertandingan.
Kegugupan itu bukan tanpa alasan. Pegula mendapat kehormatan sekaligus tekanan besar karena menjadi pemain pertama yang tampil di Arthur Ashe di hari pembukaan. Sebagai petenis Amerika Serikat dengan peringkat tertinggi dalam undian putra maupun putri, sorotan publik tuan rumah otomatis mengarah kepadanya.
âIni kehormatan yang luar biasa. Berjalan ke Ashe pada hari pembukaan dan menjadi pertandingan pertama sungguh menakjubkan,â ujarnya.Setelah melewati fase awal yang penuh tekanan, Pegula tampil jauh lebih efektif di set kedua. Dia memanfaatkan dua dari empat peluang break point dan mulai memaksa Ruse bermain dalam posisi bertahan.
Momentum kemenangan semakin kuat ketika Pegula menciptakan tiga match point melalui forehand keras ke sudut lapangan. Ruse sempat menyelamatkan dua peluang dengan servis keras, tetapi perlawanan itu berakhir ketika forehand-nya masuk ke net.
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi Pegula. Dia tidak lagi sekadar mengejar kemenangan demi kemenangan, tetapi sedang memburu target terbesar dalam kariernya yakni gelar Grand Slam pertama. US Open menjadi panggung yang paling dekat dengan ambisinya. Pada tahun 2024, Pegula mencapai final, tapidikalahkan Aryna Sabalenka. Setahun kemudian, langkahnya kembali dihentikan petenis Belarus tersebut di semifinal.
Dua kegagalan itu sekaligus menunjukkan bahwa Pegula memiliki kemampuan untuk melangkah jauh. Tantangannya kini adalah mengubah konsistensi tersebut menjadi gelar. Dengan babak pertama yang tahun ini berlangsung selama tiga hari, Pegula mendapatkan waktu untuk memulihkan kondisi. ben/AFP/G-1
- US Open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Gempa Bumi Dahsyat Kumamoto: 9.200 Warga Mengungsi dan 210 Posko Dibuka
-
Jakarta Sneaker Day 2026 Bukti Kebangkitan Ekonomi Kreatif Blok M
-
Danau Perintis Makin Asri, Pemprov Gorontalo Tanam 81 Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan.
-
Ini Rahasia Kahitna Tetap Kompak dan Eksis Sampai Sekarang
-
Maroko: Romantisme Warna di Ujung Afrika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.