Messi Pensiun dari Tim Nasional Argentina: “Saya Sudah Memberikan Segalanya”

Selasa, 01 Sep 2026, 07:06 WIB

BUENOS AIRES — Lionel Messi akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Megabintang berusia 39 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada hari Selasa (1/9), setelah memimpin La Albiceleste hingga final Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut menutup salah satu bab terpenting dalam sejarah sepak bola Argentina. Messi meninggalkan tim nasional sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak dengan 207 pertandingan dan 125 gol.

Ket. Foto: Lionel Messi. — Sumber: FIFA

Namun, perpisahan itu tidak berakhir seperti dongeng yang diharapkan banyak orang.

Argentina gagal mempertahankan mahkota dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut membuat Messi gagal menutup karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia kedua.

Meski demikian, warisan Messi bersama Argentina sudah jauh melampaui hasil pertandingan terakhirnya.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan, dan jauh di dalam hati masih terasa sakit. Namun, saya memahami bahwa waktunya telah tiba,” tulis Messi melalui akun Instagram-nya.

“Saya bersumpah kepada kalian bahwa saya selalu memberikan segalanya. Bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan meninggalkan semuanya di lapangan untuk jersey ini, untuk memberikan kebahagiaan dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.”

Akhir era seorang legenda

Messi mengakui bahwa waktu terus berjalan dan setiap perjalanan pada akhirnya harus menemukan titik akhir.

“Waktu semakin singkat, bab-bab mulai ditutup, dan ini adalah salah satu bab yang sangat menyakitkan bagi saya,” tulisnya.

“Saya mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai menjadi bagian dari tim nasional. Saya sudah memberikan semua yang saya miliki. Tidak ada lagi yang tersisa untuk saya berikan.”

Messi juga menyadari bahwa generasi baru Argentina mulai bermunculan.

“Selain itu, ada sejumlah pemain muda hebat yang datang dan mereka layak berada di sini,” tambahnya.

Keputusan tersebut menutup perjalanan internasional yang dimulai Messi pada 2005.

Selama bertahun-tahun, hubungannya dengan publik Argentina tidak selalu mudah. Messi pernah menjadi sasaran kritik setelah kegagalan demi kegagalan bersama tim nasional.

Ia kalah di final Piala Dunia 2014 dan kemudian mengalami kekalahan beruntun di final Copa America.

Bahkan, Messi sempat berada dalam bayang-bayang Diego Maradona, kapten Argentina ketika menjuarai Piala Dunia 1986. Namun, semuanya berubah.

Messi akhirnya memenangkan trofi internasional senior pertamanya ketika Argentina menjuarai Copa America 2021.

Setahun kemudian, ia memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar. Trofi yang selama bertahun-tahun menjadi obsesi tersebut akhirnya berada di tangannya.

Kesuksesan itu mengubah hubungan Messi dengan publik Argentina.

Ia kemudian menambah koleksi gelarnya dengan membawa Argentina menjuarai Copa America 2024.

Ketika memasuki Piala Dunia 2026, Messi berharap bisa menutup kisahnya dengan cara sempurna.

Namun, Spanyol menghentikan impian tersebut melalui kemenangan 1-0 setelah perpanjangan waktu.

Meski gagal mendapatkan akhir yang sempurna, Messi meninggalkan tim nasional dengan status salah satu figur terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina.

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memberikan penghormatan kepada Messi setelah pengumuman tersebut.

“Terima kasih karena telah memberikan perjalanan terindah dalam hidup kami. Warisan dan profesionalisme Anda akan selamanya terukir di hati kami. Terima kasih, Kapten. Kami mencintaimu,” tulis AFA.

Di Buenos Aires, masyarakat menyambut kabar tersebut dengan perasaan campur aduk.

“Ini akan sulit, tetapi saya sangat bersyukur atas semua kebahagiaan yang dia berikan kepada kami sebagai sebuah negara,” kata Francisca Mieth, mahasiswa berusia 18 tahun.

Bagi Jose Aramburu, seorang pejalan anjing berusia 36 tahun, warisan terbesar Messi bukan hanya trofi dan rekor.

“Hal terpenting yang Messi berikan kepada kami adalah kenyataan bahwa dia tidak pernah menyerah. Dia terus berusaha, mengejar mimpi, tujuan, dan sesuatu yang ingin dicapai tanpa peduli apa yang dikatakan orang lain,” ujarnya.

Pengaruh Messi begitu besar di Argentina selama Piala Dunia 2026.

Wajahnya menghiasi papan reklame di pusat Buenos Aires. Di sebuah kota di Patagonia, bahkan berdiri patung Messi setinggi sekitar 26 meter.

Ketika Argentina menghadapi Inggris dalam turnamen tersebut, warga setempat menyaksikan pertandingan melalui layar besar yang dipasang di dekat patung raksasa sang kapten.

Saat Messi berusia 39 tahun pada Juni lalu, masyarakat Argentina juga turun ke jalan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk pemain yang telah menjadi bagian dari kehidupan sepak bola mereka selama lebih dari dua dekade.

Namun, keputusan pensiun itu juga datang setelah keluarga Messi mengalami kehilangan besar. Kematian ayahnya pada Agustus setelah menjalani sakit dalam waktu lama disebut semakin menguatkan keputusannya untuk mengakhiri karier internasional.

Surat kabar Argentina, La Nacion, menggambarkan momen tersebut dengan tajuk sederhana namun penuh makna: “Akhir sebuah era.”

Seorang psikolog yang diwawancarai televisi lokal TN bahkan mengingatkan agar masyarakat tidak buru-buru mencari pemain yang dianggap sebagai pengganti Messi.

“Tidak seorang pun seharusnya dibebani dengan beratnya menjadi pengganti dia,” katanya.

Di María: “Kami akan berterima kasih seumur hidup”

Ucapan perpisahan juga datang dari mantan rekan setim Messi.

Angel Di María, yang pensiun dari tim nasional pada 2024, memberikan penghormatan kepada sahabat sekaligus rekan seperjuangannya tersebut.

“Kami akan bersyukur kepadamu sepanjang hidup kami karena telah menjadi orang Argentina,” tulis Di María.

Kalimat tersebut mungkin menjadi gambaran paling sederhana mengenai warisan Messi.

Ia datang ke tim nasional sebagai seorang anak ajaib yang harus memikul ekspektasi luar biasa. Ia sempat dicintai, dikritik, bahkan diragukan.

Namun, pada akhirnya Messi berhasil mengubah hubungan rumit itu menjadi kisah penebusan. Messi merebut juara Copa America 2021. Piala Dunia 2022. Copa America 2024.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.