Pertamina Pastikan Pesokan Pertalite di Bali Telah Pulih
Selasa, 01 Sep 2026, 14:08 WIBDENPASAR - Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, telah pulih setelah pasokan dari terminal BBM sempat terbatas.
âSaat ini distribusi terus kami optimalkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Kami juga memberikan prioritas pengiriman ke SPBU yang berada di wilayah dengan kebutuhan tinggi,â kata Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Selasa (1/9).
Adapun upaya yang dilakukan yaitu melakukan alih suplai pertalite melalui Terminal BBM Terintegrasi (IT) Manggis di Kabupaten Karangasem sekaligus mengatur kembali distribusi ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah.
Namun, setelah dilakukan percepatan sandar kapal tanker dan penyesuaian distribusi, pasokan mulai dipulihkan.
Pada 27 Agustus, pihaknya menyiapkan penyaluran sekitar 2.300 kiloliter (kl) pertalite, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kebutuhan harian SPBU di Bali sebesar 2.109 kl atau mencapai 109 persen.
Pemulihan terus diperkuat pada 28 Agustus, dengan penyaluran pertalite sebesar 2.479 kl, terdiri dari 424 kl dari Terminal BBM Sanggaran, Kota Denpasar dan 2.055 kl dari IT Manggis.
âJumlah tersebut mencapai sekitar 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian, sehingga distribusi dapat kembali diperkuat, khususnya pada SPBU yang sebelumnya mengalami antrean,â ujar dia.
Perseroan BUMN bidang minyak dan gas bumi itu terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi stok di terminal, kebutuhan masing-masing SPBU, serta realisasi penyaluran di lapangan, untuk memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga.
Sebelumnya, sejumlah pom bensin utamanya di Denpasar dan Badung sempat mengalami antrean panjang hingga keluar area SPBU akibat terbatasnya pasokan pertalite dari terminal BBM.
Ahad menjelaskan terbatasnya pasokan Pertalite dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal sandar kapal di IT Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.
Di sisi lain, pada Terminal BBM Sanggaran juga sedang dilakukan pemeliharaan dan perawatan sarana dan fasilitas yang merupakan bagian dari standar operasional untuk memastikan keandalan, keselamatan, dan keberlanjutan operasional terminal.
Kondisi tersebut, lanjut dia, berdampak pada terbatasnya kapasitas penerimaan dan penyaluran sementara, sehingga diperlukan pengaturan distribusi dan optimalisasi pasokan melalui terminal lainnya untuk memenuhi kebutuhan SPBU.
Berita Terkait:
-
Pertama di RI! KKP Garap "Penataan Laut ala Warga" di Pantai Sanur Bali
-
Turis Swiss di Bali Dihukum 1 Tahun Penjara karena Posting Saat Langgar Aturan Keluar Hotel pada Hari Raya Nyepi
-
Disertifikasi KKP! Benih Kerapu & Bandeng Bali Laris Manis Tembus 4 Negara
-
Temui Khofifah, Dubes Maroko Sampaikan Duka atas Tragedi KMP Mutiara Sentosa II
-
Tiongkok Konfirmasi Integrasi Rudal Hipersonik ke Kapal Perusak Utama, Armada AS Wajib Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.