Menyiagakan Logistik Masker guna Menghadapi Dampak Karhutla

Selasa, 01 Sep 2026, 23:34 WIB

Meulaboh - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat meningkatkan kesiapsiagaan penyediaan masker guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Penanganan medis akibat paparan asap karhutla berfokus di setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat di wilayah lokasi terjadinya karhutla," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni kepada wartawan, Selasa.

Ket. Foto: Dokumentasi - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sebuah kawasan di Kabupaten Aceh Barat belum lama ini. — Sumber: Antara

Ia menyatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat memberikan dukungan penuh dari sisi penyediaan logistik medis.

"Penanganan nya lebih ke masing-masing Puskesmas, sedangkan Dinas Kesehatan melakukan support kebutuhan bahan medis, salah satunya masker," katanya.

Apabila Puskesmas terkendala stok masker, pihaknya akan mendistribusikan pasokan tambahan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing puskesmas.

Dinkes Aceh Barat memperkirakan penyaluran sekitar 50 hingga 100 kotak masker per tahun untuk Puskesmas yang berada di wilayah rawan karhutla.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pernapasan warga tidak terpapar langsung oleh kabut asap.

Ada pun wilayah kecamatan yang terbilang paling rawan dan rutin mengalami fenomena karhutla saban tahun di Kabupaten Aceh Barat diantaranya Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Samatiga, serta Kecamatan Kaway XVI.

Evi Darni mengimbau masyarakat agar tidak enggan memproteksi diri dari paparan asap, dan meminta masyarakat agar tidak malas atau merasa berat memakai masker.

"Memang bagi sebagian orang terasa kurang nyaman, tetapi masker sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan dari bahaya asap karhutla," demikian Evi Darni.

  • Dampak Karhutla

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.