Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepastian Kebijakan yang Lemah Membuat RI Kalah Bersaing Menarik Investasi

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Terkait kebijakan industri, dia menyarankan pemerintah untuk menarik investasi yang menghasilkan nilai tambah, transfer teknologi, dan peningkatan produktivitas, termasuk pada sektor strategis seperti semikonduktor, akal imitasi (AI), pusat data, energi transisi, dan mineral kritis.

“Kita membutuhkan dua mesin industri sekaligus. Industri teknologi tinggi untuk menaikkan produktivitas dan kemampuan teknologi, tetapi industri padat karya tetap diperlukan untuk menciptakan pekerjaan dalam jumlah besar,” tuturnya.

Daya Saing

Sementara itu, Telisa mengatakan perlunya semakin memperhatikan daya saing investasi. Baik dengan negara-negara peers di ASEAN maupun dengan negara-negara berkembang atau emerging lainnya. Apalagi, persaingan menarik investasi saat ini semakin ketat di tengah era proteksionisme global dan meningkatnya tensi geopolitik.

“Kita tahu Vietnam sangat agresif menarik investasi. Mereka harus jadi benchmark kita. Debottlenecking dan deregulasi sangat penting,” kata Telisa.

Dia sepakat soal ketidakpastian regulasi, karena aturan yang berubah terlalu cepat, menyebabkan investor akan menunggu.

Dari Surabaya, Dian Anita Nuswantara, mengatakan, kepastian merupakan perbaikan utama yang harus dikerjakan supaya calon investor merasa aman menaruh danannya pada sebuah prospek investasi.

“Investor butuh kepastian, mulai aturan, perizinan, sampai di lapangannya. Jangan berubah-rubah terus (kebijakan) atau tidak sinkron pemerintah pusat dan daerah,” kata Dian.

Menurut dia, perbaikan secara struktural harus diarahkan pada bagaimana membuat iklim investasi lebih sederhana, konsisten, dan bisa diprediksi. Termasuk memastikan proses perizinan tidak berbelit dan tidak ada aturan yang tumpang tindih.

“Investor perlu tahu sejak awal apa yang boleh, apa yang tidak, berapa lama prosesnya, dan apa konsekuensinya. Kalau kepastian seperti ini bisa dijaga, investor tidak hanya datang untuk investasi jangka pendek, tapi juga lebih berani ekspansi dan menaruh modal dalam skalabesar. Jadi yang dibutuhkan bukan yang menarik di atas kertas, tapi kebijakan konsisten dan benar-benar terasa di lapangan,” pungkas Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Korsel Desak Penghentian Pr...
CUACA EKSTREM

California Umumkan Darurat El Nino

49 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.