Kopi Hanjeli Bidik Pasar Lebih Luas, Inovasi Kemasan Digeber

Selasa, 22 Sep 2026, 18:30 WIB

DEPOK – Hilirisasi komoditas kopi menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri kopi global.

Tidak lagi berhenti pada penjualan biji mentah, pengembangan industri pengolahan dapat membuka ruang bagi petani dan pelaku usaha untuk menikmati nilai ekonomi yang lebih besar, sekaligus mendorong lahirnya produk kopi bernilai tinggi dan berdaya saing.

Ket. Foto: UI dorong kopi hanjeli lebih kompetitif dengan inovasi kemasan. — Sumber: ANTARA/HO-Humas UI.

Universitas Indonesia (UI) mendorong optimalisasi hilirisasi komoditas kopi hanjeli (Coix lacrymajobi L.) menjadi produk bernilai tambah dengan melakukan inovasi kemasan yang menarik.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi (FFUI) di Kabupaten Sukabumi Prof. Berna Elya di Depok, Jawa Barat, Senin (21/9) mengatakan pentingnya pengembangan kemasan sebagai langkah krusial dalam hilirisasi produk kopi hanjeli, sekaligus sebagai strategi branding produk agar dikenal luas di pasaran.

Kemasan memiliki peranan penting tidak hanya sebagai pelindung isi produk, tapi juga menjadi identitas merek dan wadah untuk menyampaikan nilai serta karakter produk kepada konsumen.

Prof. Berna menyampaikan pengembangan produk tidak berhenti pada menghasilkan minuman olahan dari hanjeli, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki identitas dan daya tarik sehingga dapat diterima oleh konsumen. Kemasan menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

Ia juga menambahkan kami berharap masyarakat dan UMKM dapat melihat bahwa komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai dan berdaya saing.

Selama pelaksanaan kegiatan yang dilandasi pendekatan living lab, Tim Pengmas FFUI bersama mitra yang terdiri dari komunitas petani, UMKM dan masyarakat Desa Wisata Hanjeli mengeksplorasi desain kemasan yang merepresentasikan karakter kopi hanjeli sebagai produk pangan lokal Sukabumi.

Proses ini menjadi bagian dari tahapan iterasi pengembangan produk, di mana desain kemasan disempurnakan berdasarkan masukan mitra dan hasil uji produk.

Branding awal yang mencakup nama, logo, dan desain kemasan dirancang untuk mendukung kesiapan produk memasuki pasar, termasuk segmen pasar oleh-oleh dan kafe.

Pengembangan kemasan merupakan salah satu bagian dari rangkaian program pengembangan kopi hanjeli. Tahapan program mencakup analisis kondisi awal, penyusunan desain proses, pengembangan prototipe, uji pengguna, iterasi, hingga finalisasi produk.

Dalam tahap lanjut, kemasan akan diselaraskan dengan standar produksi dan kebutuhan pasar, sehingga kopi hanjeli siap dipasarkan sebagai produk unggulan daerah.

Kegiatan ini juga memperkuat peran masyarakat dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem inovasi.

Pendekatan program menempatkan mitra bukan hanya sebagai penerima hasil riset, tetapi sebagai aktor yang memiliki kapasitas mengembangkan dan mengelola produk hanjeli secara mandiri.

Ke depan, branding kopi hanjeli diarahkan untuk mendukung model usaha seperti Café Kopi Hanjeli dan pemasaran produk sebagai oleh-oleh khas Sukabumi.

Melalui pengabdian masyarakat ini, UI menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi hilirisasi komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.

Penguatan kemasan dan branding kopi hanjeli tidak hanya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat Sukabumi, tetapi juga memperkokoh posisi UI sebagai universitas unggulan yang mampu melakukan translasi riset dengan menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

  • Kopi Hanjeli

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.