Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar

Selasa, 01 Sep 2026, 12:18 WIB

JAKARTA- Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan dengan total outstanding mencapai 326 miliar rupiah kepada 2.388 debitur khususnya para pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta. Penyaluran pembiayaan tersebut didukung oleh keberadaan 243 Sentra Mikro Bank Jakarta yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, guna mendekatkan layanan ke pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo saat menghadiri Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9) mengatakan keberadaan Sentra Mikro menjadi bagian penting dari strategi perseroan untuk memahami karakteristik serta kebutuhan pembiayaan di setiap ekosistem usaha.

Ket. Foto: Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo (berdiri kiri) menyaksikan pedagang pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur menandatangani akad kredit mikro pada Selasa (1/9). Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan dengan total outstanding mencapai 326 miliar rupiah kepada 2.388 debitur khususnya para pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta. — Sumber: istimewa

"Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, transformasi Bank Jakarta tidak boleh hanya membuat kami semakin besar, semakin modern, dan semakin digital. Transformasi harus membuat Bank Jakarta semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta," kata Agus. 

Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon 48 miliar rupiah kepada 167 pedagang. Potensi pengembangan pembiayaan di kawasan tersebut masih sangat besar, mengingat Pasar Induk Kramat Jati sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta, memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha. 

Tumbuh Bersama

Dalam penyalurannya, Bank Jakarta menyediakan skema pembiayaan mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon hingga 500 juta rupiah. 

Produk tersebut dirancang untuk memberikan alternatif pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau, sekaligus mengurangi kebergantungan pelaku usaha pada pembiayaan informal berbiaya tinggi.

Ke depan, Bank Jakarta tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga mendorong pedagang untuk terhubung dengan ekosistem digital dan memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik.

"Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka," tutup Agus.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.