Memperluas Rumah Oksigen di Puskesmas Memperkuat Layanan bagi Warga
Senin, 31 Agu 2026, 23:35 WIBBanjarmasin - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperluas pengaktifan rumah oksigen ke sejumlah puskesmas di Kota Banjarbaru untuk memperkuat kesiapan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen di tengah dampak kabut asap.
Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel Suriani Agreini Sagoba di Banjarmasin, Senin, mengatakan pengaktifan rumah oksigen di puskesmas dimulai di wilayah Kota Banjarbaru dan dilaksanakan secara bertahap hingga beberapa hari ke depan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Perluasan layanan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Dinkes Kalsel mendirikan rumah oksigen di posko pelayanan terpusat untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak kabut asap serta bagi satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
âUntuk pelaksanaan awal, tim kami berkoordinasi dan pemantauan kesiapan fasilitas di sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Guntung Manggis yang memiliki lima unit oksigen konsentrator,â ujarnya.
Sementara itu, Puskesmas Sungai Besar memiliki lima unit oksigen konsentrator yang ditempatkan di beberapa ruangan, yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Antenatal Care (ANC), ruang bersalin, dan ruang infeksius, dengan rumah oksigen di fasilitas tersebut telah aktif.
Kemudian di Puskesmas Landasan Ulin Timur dengan menyerahkan satu unit oksigen konsentrator dari Unit Krisis kepada Kepala Puskesmas Landasan Ulin Timur untuk mendukung kesiapan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen.
âKegiatan tersebut turut didampingi Dinkes Banjarbaru yang akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) secara kolektif untuk mengatur pengaktifan rumah oksigen di seluruh puskesmas, sedangkan pelaksanaannya akan dievaluasi kembali untuk memastikan kesiapan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan,â katanya.
Dia menjelaskan pengaktifan rumah oksigen di puskesmas menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
âTujuannya agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama,â ujar Suriani.
Setelah Kota Banjarbaru, kegiatan pengaktifan rumah oksigen di tiap puskesmas akan dilanjutkan ke Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap digunakan dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dibangun di Shila Sawangan, RS Aspen Medical Depok Target Beroperasi 2027
-
Seoul Jakarta Plastic Surgery Resmi Beroperasi, Perkuat Ekosistem Kesehatan Internasional di BSD City
-
Mulai Agustus, Lampung Punya Penerbangan Langsung ke Kuala Lumpur
-
Fun Bike Tanjung Lesung Menjadi Agenda Wisata Olahraga Tahunan
-
Leimena Conference 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.