Kerugian Kebakaran Desa Sade, Total Perkiraan Menpar Capai Rp33,84 M

Senin, 31 Agu 2026, 17:16 WIB

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut total perkiraan kerugian kebakaran di Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp33,84 miliar.

"Kami telah mendapat laporan total kerugian ada Rp33,84 miliar dan kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah," kata Widiyanti dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII di Jakarta, Senin (31/8).

Ket. Foto: Tim Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah kebakaran melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Senin (24/8). Petugas menyisir puing-puing bangunan rumah adat tersebut untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade pada Sabtu. — Sumber: ANTARA/AHMAD SUBAIDI

Widiyanti menyampaikan kebakaran di Desa Sade telah berdampak pada sejumlah bangunan. Dia menyebut total hunian yang terdampak sebanyak 75 unit, sedangkan yang terdampak di luar desa ada 20 unit.

Kemudian untuk tempat pertemuan terdampak seperti Berugak Sekenam yakni bangunan tradisional khas Suku Sasak di Lombok mencapai 4 unit, Berugak Sakepat enam unit dan Bale Beleq satu unit.

Sarana lain yang terdampak ada delapan lumbung padi, satu toilet umum, satu gerbang, satu pelonggu, satu masjid adat serta 69 artshop milik UMKM lokal.

Ia menyebut bagi pelaku wisata yang terdampak ada 75 orang pemandu lokal, 120 orang perajin tenun, 60 orang penjual suvenir dan UMKM, 30 orang penari dan pemain gendang belek, 15 orang pengelola parkir dan keamanan, serta 20 orang yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Sehingga total pelaku pariwisata ada 320 orang yang terdampak atau 189 kepala keluarga," ujar Widiyanti.

Guna mengatasi hal itu, Widiyanti menyampaikan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dan telah menyusun penanganan jangka pendek maupun panjang.

Pada jangka pendek, dilakukan penyediaan dan distribusi stok makanan untuk para korban terdampak, diberlakukan program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata, penyediaan trauma healing, pemberian bimbingan teknis dan pemberdayaan Pokdarwis.

Kementerian Pariwisata sendiri berupaya membuat dapur umum dan memberikan bantuan logistik melalui Politeknik Pariwisata Lombok yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ada pula rencana pembangunan museum sementara dan masjid.

"Sehingga saat event MotoGP nanti masih bisa dikunjungi oleh wisatawan," katanya.

Kemudian pada penanganan jangka panjang, pemerintah ingin membentuk tim kerja lintas kementerian/lembaga untuk menghidupkan kembali Desa Sade, membentuk satu akun donasi, menyusun master plan rekonstruksi hingga pembangunan rumah layak tinggal.

Dia menjelaskan Desa Adat Sade merupakan salah satu dari 21 dusun yang ada di Desa Wisata Rembitan. Dalam aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta), kategorinya masih sebagai desa wisata berkembang.

Per harinya desa itu bisa mendapatkan 200 kunjungan dari wisatawan. Pada saat musim ramai atau peak season seperti libur tahun baru 2026, kunjungan bisa mencapai 500 hingga 1.000 per hari.

Widiyanti menyebut perputaran ekonomi di Desa Sade pada musim sepi (low season) mencapai berkisar Rp22,5 sampai 35 juta. Pada musim ramai bisa mendapatkan Rp50 juta per hari. Ant

  • data pariwisata

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.