Kejar Pasokan 250 Ton Sampah untuk PSEL Piyungan, Bantul Kerahkan 50 Truk
Senin, 31 Agu 2026, 20:20 WIBYOGYAKARTA â Pasokan sampah menjadi faktor krusial dalam memastikan operasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berjalan optimal.
Proyek ini tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan investasi, tetapi membutuhkan kepastian volume serta kualitas sampah sebagai bahan baku secara berkelanjutan.
Pemerintah sendiri menetapkan kebutuhan minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari untuk sejumlah proyek PSEL.
Karena itu, kolaborasi antardaerah, sistem pengumpulan yang konsisten, dan pemilahan sampah dari sumber menjadi kunci agar PSEL tidak menghadapi kekurangan bahan baku sekaligus mampu mencapai target pengolahan dan produksi energi.
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan 50 unit truk pengangkut sampah untuk mendukung operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Piyungan setelah fasilitas tersebut terbangun dan beroperasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho di Bantul, Senin (31/8), mengatakan 50 armada tersebut disiapkan untuk memenuhi kewajiban Kabupaten Bantul memasok sekitar 250 ton sampah per hari ke PSEL.
"Jadi kalau Bantul itu nanti kewajiban kami kan 250 ton per hari untuk Bantul itu, syaratnya itu kan truknya kapasitasnya lima ton, jadi paling tidak 50 armada," katanya.
Menurut dia, DLH Bantul saat ini memiliki 36 armada sehingga masih membutuhkan penambahan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah menuju PSEL.
"Mudah-mudahan di 2027 ini kita bisa menambah armada dengan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita, pengadaan, mudah-mudahan," ujarnya.
Selain menyiapkan armada, Pemkab Bantul merencanakan pembangunan depo sebagai tempat pengumpulan sampah sebelum diangkut menuju PSEL.
Bambang mengatakan berdasarkan rencana awal terdapat sembilan titik depo yang akan disiapkan sesuai dengan sebaran sumber sampah di Bantul. Namun, pada tahap awal pihaknya menargetkan pembangunan atau pemanfaatan lima lokasi terlebih dahulu.
"Targetnya sebenarnya ada sembilan titik, tapi mungkin untuk awal ini kita targetnya ada lima lokasi," katanya.
Lima lokasi tersebut, lanjut dia, akan diprioritaskan di wilayah dengan sumber timbulan sampah cukup besar, terutama Bantul bagian utara, antara lain Sewon, Kasihan, dan Banguntapan.
"Target idealnya bisa bangun baru, kalau tidak, tentu kami memanfaatkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang ada," ujarnya.
Ia mengatakan kebutuhan pasokan sampah sebesar 250 ton per hari tersebut masih memungkinkan dipenuhi karena berdasarkan perhitungan, timbulan sampah di Kabupaten Bantul mencapai sekitar 421 ton per hari.
"Kalau hitung-hitungan kita kan Bantul itu timbulan sampahnya 421 ton per hari. Nah, kita kan 250 ton, separuhnya kira-kira. Mudah-mudahan bisa terpenuhi kalau dari hitungan itu karena itu rumus standar nasional," katanya.
Meski demikian, Bambang menilai pemenuhan pasokan sampah ke PSEL tidak hanya bergantung pada ketersediaan armada dan depo, tetapi juga membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut dia, sesuai nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PK), sampah yang telah ditentukan harus disalurkan ke PSEL sehingga tidak lagi terdapat sampah yang dibuang secara liar atau tidak tertata.
"Kuncinya sosialisasi publik, bagaimana setiap titik nanti semua sesuai MoU dan PK tentu harus ke PSEL semua, tidak ada lagi sampah liar, tidak ada lagi sampah yang tidak tertata," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga berkewajiban menyiapkan armada dan depo sebagai tempat pengumpulan sampah sebelum diangkut menuju PSEL.
"Jadi nanti sudah ditentukan armada, armada yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah," katanya.
- Pemkab Bantul
- Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi
-
MK Tegaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tak Boleh Terpangkas Program Lain
-
Korban Terus Berjatuhan, Ebola di Kongo Kini Tembus 3.500 Kasus
-
Pemprov Jabar Harap Pembangunan PSEL Legok Nangka jadi Solusi Sampah di Bandung Raya, Hasilkan Listrik 40 Megawatt
-
Era Teknologi Memerlukan SDM Tangguh Urusan Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.