• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • OpenAI Putus Kontrak denga...

OpenAI Putus Kontrak dengan Cursor Milik SpaceX, Perseteruan dengan Elon Musk Memanas

Minggu, 30 Agu 2026, 18:00 WIB

JAKARTA - OpenAI memutuskan mengakhiri kemitraannya dengan Cursor, platform pengodean berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini berada di bawah kepemilikan SpaceX. Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam perseteruan panjang antara CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk yang kembali memanas setelah proses akuisisi perusahaan pengembang Cursor.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI mengatakan telah menyampaikan pemberitahuan kepada SpaceX mengenai rencana penghentian kontrak tersebut. Perusahaan mengusulkan 12 November 2026 sebagai tanggal berakhirnya kerja sama, yang disebut sebagai batas waktu pemberitahuan maksimal berdasarkan ketentuan dalam perjanjian.

Ket. Foto: OpenAI memutuskan mengakhiri kemitraannya dengan Cursor, platform pengodean berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini berada di bawah kepemilikan SpaceX. Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam perseteruan panjang antara CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk yang kembali memanas setelah proses akuisisi perusahaan pengembang Cursor. — Sumber: Mashable

OpenAI menjelaskan bahwa keputusan tersebut terutama berkaitan dengan persoalan kepercayaan dan kepatuhan terhadap ketentuan layanan. Perusahaan menyatakan memiliki kekhawatiran bahwa SpaceX tidak akan menggunakan teknologi OpenAI sesuai dengan aturan yang telah disepakati dalam kontrak.

Kekhawatiran tersebut dikaitkan OpenAI dengan dugaan pola pelanggaran kontrak yang melibatkan sejumlah perusahaan milik Musk. OpenAI secara khusus menyinggung X yang disebut pernah melanggar ketentuan perjanjian dengan OpenAI setelah diakuisisi Musk, serta xAI yang menurut OpenAI juga pernah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan layanan.

OpenAI menyebut keputusan untuk menghentikan kerja sama dengan Cursor bukan perkara mudah. Pasalnya, perusahaan tetap ingin memberikan akses terhadap teknologinya kepada sebanyak mungkin pengembang, tetapi perubahan kepemilikan Cursor membuat OpenAI harus mempertimbangkan kembali risiko serta kepatuhan terhadap perjanjian yang berlaku.

SpaceX diketahui menyelesaikan akuisisi Anysphere, perusahaan rintisan di balik pengembangan Cursor, pada awal Agustus 2026. Kesepakatan tersebut sebelumnya telah diumumkan pada Juni dan membuat Cursor kini menjadi bagian dari ekosistem bisnis milik perusahaan yang dipimpin Elon Musk.

Keputusan OpenAI langsung mendapat respons dari Musk melalui media sosial X. Musk mengatakan dirinya “tidak peduli sama sekali” terhadap keputusan tersebut sembari menyebut Sam Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman sebagai pihak yang tidak dapat dipercaya.

Musk juga kembali mengulang tudingan lama terhadap Altman dan Brockman terkait perubahan arah OpenAI dari organisasi nirlaba. Perseteruan antara Musk dan OpenAI sendiri telah berlangsung selama beberapa tahun dan sebelumnya juga berkembang menjadi sengketa hukum.

Di sisi lain, Michael Truell, salah satu pendiri Cursor yang kini menjadi eksekutif SpaceX, memberikan respons yang lebih moderat. Ia mengatakan tim Cursor masih berdiskusi dengan OpenAI untuk mencari solusi dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pembicaraan antara kedua perusahaan.

Perkembangan terbaru juga memunculkan respons dari Anthropic, pesaing utama OpenAI yang masih memiliki hubungan kerja sama dengan SpaceX. Anthropic disebut akan meningkatkan dukungan komputasi untuk model Claude yang digunakan di dalam platform Cursor.

Penghentian kerja sama dengan Cursor menjadi babak baru dalam hubungan yang semakin panas antara OpenAI dan perusahaan-perusahaan yang berada di bawah kendali Musk. Perselisihan tersebut tidak hanya terjadi dalam persaingan bisnis AI, tetapi juga berkembang melalui berbagai pernyataan publik dan proses hukum.

Musk sebelumnya menggugat OpenAI dan Sam Altman dengan nilai tuntutan yang mencapai US$150 miliar terkait perubahan arah perusahaan dari misi nirlaba. Gugatan tersebut kemudian ditolak oleh juri federal pada tahun ini setelah dinilai diajukan terlambat.

Perseteruan antara kedua tokoh teknologi tersebut juga kerap berlangsung secara terbuka melalui media sosial. Altman bahkan pernah merespons tudingan terhadap OpenAI dengan menyebut dirinya bersemangat untuk meminta keterangan Musk dalam proses hukum yang berlangsung.

Dengan berakhirnya kemitraan OpenAI dan Cursor, hubungan antara kubu Altman dan Musk kembali menjadi sorotan. Namun, peluang penyelesaian masih terbuka setelah pihak Cursor menyatakan tengah melakukan pembicaraan dengan OpenAI untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.