Dinas Pertanian: Kualitas Kopi Magelang Dapat Nilai yang Cukup Tinggi setelah Diuji

Minggu, 30 Agu 2026, 12:49 WIB

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyebutkan penilaian atau pengujian terhadap sejumlah sampel kopi dari daerah itu menunjukkan hasil menggembirakan dengan memperoleh skor di atas 80.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari, di Magelang, Minggu (30/8), mengatakan hasil penilaian terhadap beberapa sampel kopi yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Jawa Timur, menunjukkan nilai yang cukup tinggi.

Ket. Foto: Pengunjung mengamati biji kopi luwak yang dijemur di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/10/2022). Wisata di dekat candi Borobudur tersebut menawarkan pengunjung mengamati secara langsung proses pengolahan kopi luwak. — Sumber: ANTARA

"Kemarin beberapa sampel yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember mendapat penilaian di atas 83 semua," katanya.

Ia menyampaikan berdasarkan sampel yang telah dinilai, tidak ditemukan kopi asal Kabupaten Magelang yang memperoleh skor di bawah 80. Bahkan, sejumlah sampel mampu mencatatkan nilai lebih dari 83.

Hasil tersebut menunjukkan potensi kopi Kabupaten Magelang untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas maupun daya saing produk.

Meskipun kualitas menunjukkan hasil positif, ia mengatakan produksi kopi pada tahun ini mengalami sedikit penurunan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi faktor cuaca yang terjadi selama periode pertumbuhan dan produksi tanaman kopi.

Namun demikian, katanya, musim kemarau yang berlangsung saat ini dinilai tetap memberikan peluang positif bagi produksi kopi pada musim berikutnya.

Musim kemarau yang berlangsung normal dapat menjadi momentum bagi tanaman kopi untuk mempersiapkan pembungaan. Apabila kondisi cuaca tidak mengalami anomali, kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung terjadinya panen raya kopi pada tahun depan.

"Untuk tahun ini memang produksi kopi agak menurun, tetapi sebenarnya musim kemarau ini bisa diambil hikmahnya. Musim kemarau seperti ini biasanya kalau nanti tidak ada anomali cuaca, tahun depan panen raya kopi," katanya.

Saat ini, katanya, luas lahan kopi arabika di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 1.075 hektare, dengan produktivitas rata-rata 506,52 kilogram per hektare. Sedangkan kopi robusta memiliki areal tanam yang lebih luas sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.

  • Dinas Pertanian Magelang
  • Kopi Magelang

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.