DCF 2026 Bikin Kopi Makin Nendang, Transaksi di Festival Tembus Rp15 Miliar

Minggu, 30 Agu 2026, 18:05 WIB

BANJARNEGARA – Festival kopi bukan sekadar ajang menikmati dan mempromosikan kopi daerah, tetapi bisa menjadi penggerak ekonomi lokal dari hulu hingga hilir. Kehadiran festival membuka pasar bagi petani, UMKM, roastery, kuliner, hingga pelaku pariwisata.

Jika dikemas konsisten dan terhubung dengan rantai pasok serta promosi destinasi, festival kopi dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat identitas ekonomi daerah.

Ket. Foto: Festival Kopi Dieng dalam rangkaian penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, 28-30 Agustus 2026. — Sumber: ANTARA/ Sumarwoto

Festival Kopi Dieng yang menjadi bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026 mencatat transaksi sekitar Rp15 miliar selama pelaksanaannya di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara Tursiman di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Minggu (30/8), mengatakan capaian tersebut menunjukkan Festival Kopi Dieng yang baru dirintis dalam rangkaian DCF memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian daerah.

"Di Festival Kopi ini ada transaksi sekitar Rp15 miliar. Ini luar biasa dan baru dari Festival Kopi, belum dari kegiatan lain dalam DCF 2026," katanya.

Ia mengatakan Festival Kopi Dieng menghadirkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah daerah di Banjarnegara.

Dalam hal ini, kegiatan tersebut juga menghadirkan kopi yang dibudidayakan 14 pegiat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dari berbagai wilayah Indonesia yang difasilitasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum serta 35 produk kopi dari sejumlah kecamatan di Banjarnegara.

Menurut dia, transaksi yang tercatat dalam festival tersebut menjadi indikator bahwa kopi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

"Insyaallah, kita sedang ‘ngegas’. Dengan potensi alam Banjarnegara dan kopi yang luar biasa, ini mudah-mudahan bisa terus mendongkrak perekonomian," katanya.

Ia mengharapkan pengembangan Festival Kopi Dieng dapat memperluas pasar kopi Banjarnegara sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut dari hulu hingga hilir.

Tursiman mengatakan Pemkab Banjarnegara akan menghitung keseluruhan nilai transaksi selama DCF XVI Tahun 2026 bersama sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), yang memiliki pemetaan mengenai dampak ekonomi kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Festival Kopi Dieng Alif Zain Fahmi mengatakan kegiatan tersebut turut difasilitasi Bank Indonesia yang selama ini mendukung pengembangan kopi di Banjarnegara.

Menurut dia, dukungan BI dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan industri kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

"Bank Indonesia selama ini mendukung pengembangan kopi di Banjarnegara melalui kegiatan-kegiatan untuk menunjang pengembangan industri kopi mulai dari hulu sampai dengan hilir," katanya di lokasi kegiatan, Jumat (28/8).

Ia mengharapkan nilai transaksi Festival Kopi Dieng tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya, seiring dengan semakin banyaknya tenant yang berpartisipasi.

"Harapan kami semoga tahun ini bisa tembus, paling enggak tiga digit. Semoga saja, karena tahun kemarin dengan jumlah tenant yang sedikit saja sudah tembus dua digit, semoga tahun ini bisa tembus tiga digit dari total tenant," katanya.

DCF XVI Tahun 2026 berlangsung pada 28-30 Agustus dengan menghadirkan sejumlah kegiatan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan Festival Kopi Dieng sebagai salah satu agenda untuk memperkuat potensi ekonomi daerah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.