Warisan Bung Karno Dibangkitkan, Kuliner Nusantara Jadi Magnet Baru Yogyakarta

Jumat, 28 Agu 2026, 23:15 WIB

YOGYAKARTA – Kuliner Nusantara bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang sejarah, tradisi, kekayaan bahan pangan, dan identitas masyarakat di setiap daerah.

Dari rempah, makanan pokok, hingga berbagai olahan khas, keragaman tersebut menjadi kekuatan budaya sekaligus peluang ekonomi yang besar.

Ket. Foto: Ilustrasi-Suasana malam di Alun Alun Selatan Keraton Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. — Sumber: Istimewa.

Mengangkat kekayaan kuliner Nusantara berarti membuka ruang lebih luas bagi makanan lokal untuk dikenal, dikembangkan, dan memiliki nilai tambah.

Jika dipadukan dengan inovasi, penguatan UMKM, serta promosi yang tepat, cita rasa daerah tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dan daya tarik pariwisata Indonesia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar Festival Mustika Rasa di Alun Alun Selatan Yogyakarta pada 29 dan 30 Agustus 2026, sebagai upaya mengangkat kekayaan kuliner Nusantara.

"Festival ini merupakan upaya mengangkat kembali kekayaan kuliner Nusantara yang terdokumentasi dalam buku Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia karya Presiden Soekarno," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Jumat (28/8).

Buku Resep Mustika Rasa yang berisi resep warisan Bung Karno tersebut diterbitkan pada 1967 silam, dengan demikian, kekayaan kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia terangkum dalam buku tersebut.

Selain menghadirkan beragam makanan khas tradisional Nusantara, kata Hasto, Festival juga sekaligus diikutisekitar 100 stan UMKM akan turut meramaikan kegiatan dengan sajian kuliner, produk fesyen, dan kerajinan.

"Resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sumatera hingga Papua, terdokumentasi di dalam buku ini. Ini merupakan warisan yang menunjukkan kekayaan dan kemandirian pangan Indonesia," katanya.

Selain kuliner dan bazar UMKM, kata dia, Festival Mustika Rasa juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, senam, donor darah, panggung hiburan, serta kegiatan menarik wisatawan lainnya.

Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, dan layanan konsultasi dokter, oleh karena itu, Hasto mengajak masyarakat Yogyakarta dan wisatawan untuk hadir dan menikmati festival.

"Festival ini unik dan langka. Selain menikmati kuliner Nusantara, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, hiburan, serta mengenal berbagai produk UMKM Yogyakarta," katanya.

Hasto berharap, Festival Mustika Rasa menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi muda sekaligus mendorong UMKM kuliner Yogyakarta semakin dikenal dan naik kelas.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, festival selain mengangkat keberagaman menu tradisional warisan Bung Karno, juga menjadi bukti Indonesia kaya akan kuliner tradisional yang perlu dirawat seperti pesan Bung Karno.

"Hadirnya Festival Mustika Rasa ini juga menjadi momentum bagi pelaku UMKM dan kuliner di Kota Yogyakarta untuk terus menggairahkan ekonomi kita," katanya.

  • yogyakarta
  • Festival Mustika Rasa

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.