Alam Dijaga, Ekonomi Bergerak: Kayong Utara Perkuat Ekonomi Berbasis Konservasi

Jumat, 28 Agu 2026, 23:05 WIB

BENGKAYANG – Penguatan ekonomi warga berbasis konservasi menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.

Masyarakat tak hanya ditempatkan sebagai penjaga lingkungan, tetapi juga sebagai pelaku utama yang mendapat manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Salah satu sudut pandang keindahan dari Pulau Karimata, Kalimantan Barat. — Sumber: Antara/ Humas KKU.

Jika dikelola dengan tepat, potensi hutan, mangrove, pesisir, hingga ekowisata dapat membuka sumber pendapatan baru tanpa mengorbankan ekosistem.

Dengan begitu, konservasi tidak lagi dipandang sebagai penghambat ekonomi, melainkan justru menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi lokal yang lebih tahan lama.

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat mendorong penguatan kolaborasi konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan Kepulauan Karimata sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara Erwin Sudrajat mengatakan pengelolaan Kepulauan Karimata membutuhkan pendekatan khusus, karena memiliki karakteristik wilayah dan potensi sumber daya alam yang berbeda dengan kawasan lainnya.

"Karimata ini daerah yang unik dan spesifik. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan pendekatan yang tepat, sehingga perlindungan kawasan tetap berjalan dan masyarakat juga mendapatkan manfaat dari potensi yang ada," kata Erwin saat menerima audiensi Yayasan Planet Indonesia (YPI) di Sukadana, Jumat (28/8).

Menurut dia, upaya konservasi tidak hanya berorientasi pada perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan ekonomi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyambut baik program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan YPI sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat.

Erwin berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dengan tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kepulauan Karimata.

Dia berharap kolaborasi dengan YPI dan mitra konservasi lainnya dapat terus diperkuat sehingga upaya perlindungan kawasan di Kepulauan Karimata berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Manager YPI Wilayah Ketapang-Kayong Utara Hana mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan masyarakat di wilayah Karimata sejak 2021, termasuk melalui kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

"Untuk itu, kami hadir untuk mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati dengan kesejahteraan masyarakat lokal," ujarnya.

Ia menjelaskan Kepulauan Karimata memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama akses wilayah dan karakteristik kawasan yang berada di sekitar cagar alam laut serta hutan lindung.

Dalam pendampingan tersebut, YPI turut mendorong penguatan ekonomi desa melalui program Pelayanan Usaha Masyarakat Konservasi (PUMK). Program itu antara lain menyediakan layanan simpan pinjam dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas serta kemandirian masyarakat.

Hana mengatakan pendekatan tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki sumber penghidupan yang lebih kuat sekaligus memiliki kepentingan langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam di wilayahnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.