TNBTS: 170 Pendaki Gunung Semeru yang Dievakuasi Sudah Tiba di Ranupani dalam Kondisi Selamat

Kamis, 27 Agu 2026, 22:46 WIB

MALANG, JAWA TIMUR - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan 170 pendaki Gunung Semeru, Jawa Timur yang sempat dievakuasi dari jalur pendakian akibat kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang telah tiba di Desa Ranupani, Senduro, Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8).

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama melalui aplikasi WhatsApp menyatakan, para pendaki sudah berada di Desa Ranupani sejak pukul 14.30 WIB dalam kondisi selamat dan telah pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Ket. Foto: Foto udara penampakan kawasan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/Irfan Sumanjaya

"Untuk perkembangan terbaru, seluruh pendaki yang sebelumnya berada di jalur pendakian telah tiba kembali di Ranupani sekitar pukul 14.30 WIB, sudah pulang semua. Iya kondisinya aman (selamat)," kata Endrip melalui pesan singkat yang diterima wartawan di Kota Malang, Jawa Timur.

Dia menyatakan, proses evakuasi berjalan dengan aman dan kondusif. Para pendaki juga dalam kondisi baik.

Ia menjelaskan, ratusan pendaki itu turun dari Gunung Semeru dengan didampingi oleh Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

"Kemudian ada petugas dari TNBTS yang berjaga di jalur (evakuasi)," ujarnya.

Endrip juga menyampaikan proses pemadaman kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang masih terus berlangsung dengan menyasar lokasi Blok Panggonan Cilik.

Penanganan kebakaran dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA), saver, PPGST, porter, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri.

Selain pemadaman, petugas gabungan juga melakukan pembuatan sekat bakar untuk mengendalikan kobaran api.

"Kondisi di lapangan cukup menantang karena angin dan medan yang curam," ucap dia.

Sebelumnya, pada hari ini Balai Besar TNBTS memastikan 170 pendaki yang dievakuasi dari Gunung Semeru, Jawa Timur, akibat kebakaran hutan yang terjadi di Blok Ranu Kembang dalam kondisi aman.

Pada Rabu (27/8), Balai Besar TNBTS memutuskan menutup total seluruh jalur pendakian di Gunung Semeru. Langkah itu diambil menyusul terjadinya peristiwa kebakaran hutan di area Blok Ranu Kembang.

Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diumumkan resmi oleh Balai Besar TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan kemarin.

Kebijakan ini diambil untuk mendukung kelancaran proses pengendalian kebakaran serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan Semeru dengan tetap mengedepankan unsur keamanan dan keselamatan.

Pihak balai besar terkait menyatakan area hutan yang menjadi titik kebakaran lokasinya berada di sekitar kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.

Penutupan pendakian Gunung Semeru diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ant

  • ranu kumbolo

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.