- Home
-
- Luar Negeri
-
- James Watson, Penemu Struk...
James Watson, Penemu Struktur DNA yang Memicu Revolusi Bidang Kedokteran Meninggal Dunia
Sabtu, 08 Nov 2025, 09:15 WIBJames D. Watson, yang turut menemukan struktur tangga bengkok DNA pada tahun 1953, yang memicu revolusi di bidang kedokteran, pemberantasan kejahatan, silsilah, dan etika, meninggal dunia di usia 97 tahun.
Watson meninggal dunia di rumah perawatan setelah sakit sebentar, ungkap putranya pada hari Jumat (7/11). Laboratorium penelitiannya sebelumnya mengonfirmasi bahwa ia meninggal dunia sehari sebelumnya.
âDia tidak pernah berhenti berjuang untuk orang-orang yang menderita penyakit,â kata Duncan Watson tentang ayahnya.
Terobosan yang diraih Watson, pria kelahiran Chicago yang saat itu baru berusia 24 tahun, menjadikannya sosok yang dihormati di dunia sains selama beberapa dekade. Namun, menjelang akhir hayatnya, ia menghadapi kecaman atas pernyataan-pernyataan yang menyinggung, termasuk pernyataan bahwa orang kulit hitam kurang cerdas dibandingkan orang kulit putih.
Watson meraih Hadiah Nobel tahun 1962 bersama Francis Crick dan Maurice Wilkins atas penemuan mereka bahwa asam deoksiribonukleat, atau DNA, merupakan heliks ganda, yang terdiri dari dua untai yang melilit satu sama lain untuk menciptakan sesuatu yang menyerupai tangga panjang yang meliuk perlahan.
Kesadaran itu merupakan sebuah terobosan. Hal itu langsung menunjukkan bagaimana informasi keturunan disimpan dan bagaimana sel menduplikasi DNA mereka ketika membelah. Duplikasi dimulai dengan dua untai DNA yang terpisah seperti ritsleting.
Bahkan di kalangan non-ilmuwan, heliks ganda akan langsung menjadi simbol sains yang dikenali, muncul di tempat-tempat seperti karya Salvador Dali dan perangko Inggris.
Penemuan ini membantu membuka pintu bagi perkembangan yang lebih baru seperti mengutak-atik susuna genetik makhluk hidup, mengobati penyakit dengan memasukkan gen ke dalam pasien, mengidentifikasi jenazah manusia dan tersangka kriminal dari sampel DNA, serta menelusuri sislisalh keluarga dan nenek miyang manusia purba.
Namun, penemuan ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan etis, seperti apakah kita harus mengubah cetak biru tubuh untuk alasan kosmetik atau dengan cara yang diwariskan kepada keturunan seseorang.
"Francis Crick dan saya membuat penemuan abad ini, itu cukup jelas," kata Watson suatu kali. Ia kemudian menulis: "Tidak mungkin kami bisa meramalkan dampak eksplosif heliks ganda terhadap sains dan masyarakat."
Watson tidak pernah membuat temuan laboratorium sebesar itu lagi. Namun, dalam dekade-dekade berikutnya, ia menulis buku teks yang berpengaruh dan memoar terlaris, serta membantu memandu proyek pemetaan genom manusia. Ia memilih ilmuwan muda yang cerdas dan membantu mereka. Ia juga menggunakan prestise dan koneksinya untuk memengaruhi kebijakan sains.
Motivasi awal Watson untuk mendukung proyek gen tersebut bersifat pribadi: Putranya Rufus telah dirawat di rumah sakit dengan kemungkinan diagnosis skizofrenia, dan Watson memperkirakan bahwa mengetahui susunan DNA yang lengkap akan sangat penting untuk memahami penyakit itu â mungkin pada waktunya untuk membantu putranya.
Ia mendapat perhatian yang tidak diinginkan pada tahun 2007, ketika Majalah Sunday Times London mengutipnya yang mengatakan bahwa ia "pada dasarnya pesimistis tentang prospek Afrika" karena "semua kebijakan sosial kita didasarkan pada fakta bahwa kecerdasan mereka sama dengan kita â sementara semua hasil tes menunjukkan sebaliknya." Ia mengatakan meskipun ia berharap semua orang setara, "orang-orang yang harus berurusan dengan karyawan kulit hitam mendapati bahwa hal ini tidak benar."
Ia kemudian meminta maaf, tetapi setelah dunia heboh dengan pernyataannya itu, ia diskors dari jabatannya sebagai rektor di Laboratorium Cold Spring Harbor yang bergengsi di New York. Ia pensiun seminggu kemudian. Ia telah menjabat berbagai posisi kepemimpinan di sana selama hampir 40 tahun.
Dalam sebuah dokumenter televisi yang ditayangkan pada awal 2019, Watson ditanya apakah pandangannya telah berubah. "Tidak, sama sekali tidak," jawabnya. Menanggapi hal tersebut, laboratorium Cold Spring Harbor mencabut beberapa gelar kehormatan yang diberikan kepada Watson, dengan alasan bahwa pernyataannya "tercela" dan "tidak didukung oleh sains."
Kombinasi prestasi ilmiah Watson dan pernyataannya yang kontroversial menciptakan warisan yang rumit.
Ia telah menunjukkan "kecenderungan yang patut disesalkan untuk melontarkan komentar-komentar yang provokatif dan menyinggung, terutama di akhir kariernya," ujar Dr. Francis Collins, yang saat itu menjabat sebagai direktur National Institutes of Health, pada tahun 2019. "Ledakan amarahnya, terutama yang berkaitan dengan ras, sangat keliru dan menyakitkan. Saya hanya berharap pandangan Jim tentang masyarakat dan kemanusiaan dapat menyamai wawasan ilmiahnya yang brilian."
Lebih dari setengah abad setelah memenangkan Nobel, Watson melelang medali emas tersebut pada tahun 2014. Tawaran yang menang, sebesar $4,7 juta, memecahkan rekor untuk sebuah Nobel. Medali tersebut akhirnya dikembalikan kepada Watson.
Kedua rekan penerima Nobel, Crick dan Wilkins, meninggal dunia pada tahun 2004.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.